ini kilasan tentang apa yang dapat saya informasikan untuk teman2, mudah2an dapat bermanfaat nantinya.
Senin, 17 September 2012
Di Sini Panas Sudah Biasa, Bukan?
Senin, 25 Juli 2011
Hidup Kompensasi Yang Berharga
Kamis, 14 Juli 2011
Apa Yang Salah Dengan Jiwa?
Jumat, 17 Juni 2011
Konsepsi & Instruksi Tak Jelas
Selasa, 14 Juni 2011
Romantika Masa Semenjana
Senin, 13 Juni 2011
Cinta Yang Tertambat Pada Biduk Dan Singgah Di Persimpangan
Jumat, 27 Mei 2011
Subjektifitas Yang Sesumbar
Kamis, 12 Mei 2011
Menerjemahkan Kata Pada Malam
Pada Saat Luka Menjadi Bagian Yang Berarti Dalam Hidup
Apakah Perlu Diobati Atau Dibiarkan Saja
Rasanya Hanya Diri Kita Yang Tahu Jawabannya...
Meski Dalam Keadaan Yang Serba Artikulatif
Menjadi Keadaan Yang Sulit Dihindari Dan Dinapikkan...
Bila Kita Menyadari Akan Hal Tersebut
Rutinitas Yang Memakan Waktu Membuat Kita Tak Menyadari
Kualitas Dan Porsi Sejatinya Diri...
Apakah Terbebani Atau Sebuah Keharusan Dalam Menjalaninya?
Kontraimpulsif Dan Kemajemukan Keseharian Yang Dijalani
Bisa Jadi Sebuah Bentuk Kenyataan Yang Terkadang Kita Membebaninya Sendiri...
Seiring Berlalunya SANG WAKTU
Analitik Nan Menggelitik Muncul Di Benak
Apakah Wajah Hidup Kita Kan Selalu Satu Warna Yang Bias Jika Hanya Hadir Pada Permukaan Jiwa Yang Tak Selaras Dengan Apa Yang Dijalani?
Merangkulkan Imajinatif Pada Torsi Yang Sepantasnya Saja Memang Tidak Mudah
Hanya Bisa Berlalu Pada Saat Yang Tak Tentu...
Berkata Mudah Saja Memang Sangat Lumrah
Jika Menyadari Apa Yang Sedang Terjadi...
Secara Korelasinya Sangat Simultan Dengan Apa Yang Sepantasnya Terungkapkan
Malam Memang Jadi Saksi Bisu... Menatap Dengan Kesungguhan Nan Tulus...
Menunggu Fajar Pagi Menyambut... Memberikan Estafet Keseharian Dengan Cerita Yang Nyaris Lebih Dahsyat Dari Apa Yang Terjadi Tadi Malam...
Created by Bank Josh on Friday, November 12 2010, at 4:00pm
Konsistensi Salah Kaprah (Mandul)
Harus Diakui Memang... Jika Kita Dihadapkan Pada Suatu Keadaan Yang Multi Tafsir Pasti Akan Memberikan Pilihan... Entah Yang Mana Akan Didahulukan... Naif Atau Bijaksana Hanya Menjadi Kata Yang Selalu Akan Kita Hindari... Bahwa Tidak Menjadi Padanan Yang Berarti... " Existence Is Only A Game..." (Morrissey - I'm Not Sorry)
Satu Baris Kalimat Yang Menohok... Apakah Akan Diamini Kalimat Tersebut? Itu Bergantung Pada Persepsi Saya... Anda... Kalian... Atau Mereka... Terserah...
Kalimat Mr. Morrz Masih Saja Menjadi Pertanyaan Yang Belum Terjawab... Apakah Yang Telah Dilakukan Dalam Setiap Interaksi Dalam Suatu Komunitas... Atau Rutinitas Adalah HANYA SEBUAH PERMAINAN?
Jenius Dan Brilian... Atau Apalagi... Entah... ?????
Klau Merajuk Pada Keberadaan Yang Dijalani... Sebagai Makhluk Sosial... Kita Memang Tidak Dapat Hidup Menyendiri... Meski Hal Ini Banyak Terjadi Di Sekitar Saya... Anda...Kalian... Dan Mereka... Percaya...
Relevansi Digdaya Yang Dipunyai... Sangat Kentara Bila Titik Kulminasi Sesuatu Menemui Jalan Buntu...
Percaya Atau Tidak... Anda Sendiri Yang Mengetahuinya...
Tidak Dapat Berbanyak Kata... Yang Terpenting Apa Yang Dilakukan... Dijalani... Sebuah Puritan Yang Handal Akan Melahirkan Kejutan Yang Tak Terkira... Wassalam...
Created by Bank Josh on Monday, April 25 2011, at 11:29am
Kontemplasi Dua Arti
Mengisyaratkan Kelakar Jiwa... Pada Sumbu Yg Mudah Rapuh...
Sering Kali Berdampak Pneunomia...
Sirkus Balapan Seperti Kuda Pacu... Tak Menentu...
Lihai... Atau Lunglai.. Ditentukan Sejatinya Oleh Torsi Alamiah...
Yakinkah?
Atau Hanya Bersifat Sementara...
Sesuatu Pasti Memerlukan Asupan Yang Bermakna...
4 Sehat 5 Sempurna...
Dapat Juga 6...7 Lebih Super... Atau Maha Sempurna...
Pada Keyakinan Kita... Semua Dapat Disimpulkan Dan Diartikan Lebih Baik...
Percaya Atau Tidak... Ya Jalani Saja...
Kurikulum Hidup Terlalu Mengikat... Dan Tak Beralasan...
Terlalu SesaK Meghimpit Ruang Gerak Napas Manusia...
Aturan Mulai Menjemukan... Bahkan Menjijikan...
Memboikot Dan Menumpaskan Amarah... Selalu Terkekang Oleh Suri Teladan Yang Menggurui Setiap Saat...
Role Models Masih Itu - Itu Saja... Nyinyir Sekali...
Kala Suara Kebenaran Terlentang Keras... Cemoohan AKan Hadir Tanpa Diundang...
Memojokkan... Bahkan Menjatuhkan... Entah Untuk Yang Keberapa Kali...
Tolong... Jangan Sanksikan Kebenaran Tuhan... Ingat... TUHAN...
Hanya Berguru Pada Pengalaman... Agar Semua Indah Seperti Sedia Kala...
Created By Bank Josh on Tuesday, May 3, 2011 at 4:58pm
Sabtu, 30 Oktober 2010
Keseragaman Musik (Kita) Indonesia
Musik kita sekarang jadi seragam, dan keseragaman hanya akan mematikan kreativitas.
(Armand Maulana - GIGI)
Pada era 90-an kita sempat dikejutkan oleh invasi musik mendayu-dayu lewat film yang dibintangi artis Indonesia, Nia Zurkarnaen, dan vokalis band asal negeri Jiran, Amy Search. Hal tersebut menjadi suatu fenomena "serangan fajar" musik Malaysia. Terbukti dengan dibawakannya lagi oleh grup band yang sedang naik popularitasnya saat ini, yaitu ST 12, dan menjadikannya theme song sebuah sinetron di sebuah televisi swasta.
Hadirnya band-band seperti; Search, Iklim, Saleem, Exist, dan band lainnya menjadi sebuah inspirasi bagi pergerakan musik mendayu yang terjadi di tanah air.
Fenomena ini masih berlanjut hingga saat ini. Ketika pasukan Stasiun 12 atau yang akrab kita sebut ST 12, yang dikomandani sang vokalis, Charlie ST 12, yang sering wara-wiri di berbagai stasiun tv, baik iklan, atau di berbagai media massa lainnya. Bagaimana tidak gerakan mereka sungguh mengejutkan kalangan musisi di tanah air. Mereka memberanikan diri menyebut aliran musik meraka "METAL" atau dengan kata lain, Melayu Total.
Sempat tersindir oleh pentolan grup Yovie & Nuno pada ajang Anugerah Musik Indonesia pada beberapa waktu silam, Charlie Cs tak bergeming, mereka tetap melanjutkan misi musik mereka.
Mungkin bagi sebagian besar masyarakat kita sudah tidak asing lagi mendengar, melihat aksi yang mereka tampilkan. Kalau kita simak, lagu mereka memang easy listening, mudah diterima, mudah diingat dengan cengkok khas melayunya Charlie. Apa yang istimewa dengan musik mereka?
Bila melihat segi atau memasarkan sebuah bisnis, kita mesti jeli melihat selera pasar yang akan menjadi target utama produk yang akan kita pasarkan. Mungkin faktor inilah yang berhasil mereka terapkan di Indonesia.
Menjamurnya band-band yang seragam, seperti; Wali, Hijau Daun, Sembilan Band, Mandala, Mahkota, dan banyak band lainnya meramaikan blantika musik di tanah air. Apakah era sekarang musik di tanah air mengalami stagnasi atau penurunan yand drastis dari segi kualitas? Banyak artis instan yang bertebaran yang mengikuti trend yang sedang Up Date, justru akan menurunkan kadar kualitas dan kreativitas musik mereka.
Kenapa tidak, banyak artis-artis muda yang ingin cepat terkenal, terobsesi menjadi sukses, justru mengambil jalan pintas dengan memburu dan meretas trend sesaat. Yang terpenting dikenal banyak orang, tak apa lagu sekenanya, tanpa melihat segi kualitas dan kreativitas band itu sendiri.
Ini berdampak sangat tidak sehat bagi industri musik kita yang sedang carut marut ini. Keseragaman musik yang terjadi, akan mematikan langkah bermusik mereka ke depannya. Apa yang mesti kita lakukan?
Mudah- mudahan ada solusi untuk menghadapi masalah ini bersama sebagai masyakat yang peduli akan pelestarian musik tanah air.
Copy cat band tenar yang sedang naik daun harus segera disikapi dengan dewasa, walaupun masih banyak produser yang punya hak penuh untuk mengatur dan mengkomersilkan band berdasarkan selera mereka., Sayang sekali.
Hal ini tak boleh berlangsung lama. Bagi kita, yang punya cara pandang / kritis terhadap gejala yang terjadi, baik pemerhati, penikmat, atau pelaku musik bisa sama-sama mengkritisi dan peduli terhadap perkembangan musik di tanah air. Ayo lakukan!!!!
Irwansyah Adam (111009)
Senin, 20 September 2010
Kontradiktif Nan Impulsif
Situasi Memang Tak Menentu... Menentukan Keinginan Pribadi Atau Egosentris Terkadang Tersalahkan Oleh Keadaan Yang Memang Seharusnnya Tidak Terjadi...
Apa Mau Dikata Kawan...
Kebijaksanaan Diri Sangat Menapikkan Keadaan Yang Ada...
Hanya Dapat Berlapang Dada Dan Berharap Semua Berjalan Membaik Kembali...
Keinginan Dan Keharusan Menjadikannya Palang Pintu Yang Harus Didobrak...
Agar Itikad Baik Untuk Orang Yang Kita Cintai Tidak Mudah Ternoda...
Mohon Maaf... Letih Di Jiwa... Raga Masih Teguh Memandu Janji Untuk Tetap Memberikan Kejutan2 Yang Terbaik Untuk Dipersembahkan Pada Jiwa-jiwa Yang Gelisah...
Jumat, 13 Agustus 2010
Sederhana, Rumit, Adalah Munafik!!!
Pada Saat Bersamaan Pula Dapat Menjadikannya Tolok Ukur Sejauh Mana Anda Memahami Arti Sesuatu Hal Yang Tidak Orang Lain Ketahui...
Mengambil Kisah Seseorang... Dapat Dibilang Fiktif Atau Non Fiktif... Terserah Penilaian Pribadi Masing-masing...
Teman... Atau Sahabat... Baik Pria Maupun Wanita... Pasti Ada Sisi Yang Mungkin Patut Kita Pertanyakan... "PENGAKUAN JATI DIRI"
"Kamu Harus Tahu... Aku Tuh Orangnya Simple... Sederhana... Ngapain Bikin Ribet"
Kalimat Diatas Adalah Sebuah Pengharapan Bahwa Lawan Bicara Kita Harus Dalam Keadaan SADAR Menyadari Bentuk Pengejewantahan Diri Pribadi. Ya, Terima Saja... Asal Apa Yang Diungkapkannya Itu Memang Benar-benar Dapat Dipertanggungjawabkan... Atau Hanya Sebuah Kamuflase Semata?!?
Seiring Berjalannya Waktu... Fakta Memang 180 Derajat Berbeda... Memang Memandu Janji Hati Tak Semudah Yang Kita Bayangkan...
Sesuatu Hal Telah Berakhir Dengan Sangat Rumit Sekali... Menurut Versi DIA... Padahal Bila Kita Telaah Lebih Jauh Lalu Dianalisa... Sungguh Sangat MUNAFIK Kita Sebagai Manusia... Tidak Mau Mengakui Keadaan Yang Sesungguhnya Dengan Melebih-lebihkan Yang Tidak Penting... Sayang Sekali... (HINA)
Sudahlah... Akui Saja... Pada Saatnya Akan Datang... Kau Pasti Tahu JAWABANNYA... Dan Kemudian Tersenyum Kecil Mengakui Kesungguhan Hati Yang Sebenarnya...
Senin, 17 Mei 2010
Renta...Statis...Atau Mudah Menyerah...
Bahwa Sebenarnya Tidak Perlu Makna Pembenaran Melakoninya...
Saat Kita Menyadari Arti Sebuah Kehadiran...
Menapikkan keberadaan Kadang Menjadikannya BEBAN SARAT...
Tak Usah Risaukan Apa Yang Bukan Menjadi Prioritas Yang Harus Dipikirkan...
Kita Selalu Terkungkung Oleh Hal Yang Semestinya Tidak Perlu Dilakukan...
Tersungkur Oleh Perilaku Dan Tabiat Kita Sendiri...
Kerentaan Jati Diri Dapat Memberikan Efek Yang Sangat Bebal...
Akselerasi Mulai Melambat...
Daya Pacu Mulai Kendor...
Tak Ada Semangat Yang Hadir Di Sana...
Seperti Kendaraan Tanpa Minyak Pelumas...
Apakah Gerangan Yang Terjadi...
Alam Pikiran Seseorang Terkadang Dibutakan Oleh Sesuatu Hal Yang Berdampak Masif...
Interaktif Pun Terasa Seperti Monolog Tanpa Riak Wajah...
Semu...Walau Terharu... Tapi Jadi Bikin Malu...
Tak Hanya Melulu Bicara Tentang Logika Yang Menjadikannya Sarat Utama...
Adakah Terbesit Asa Dari Seorang RASA Yang Selalu Menghindar Ketika Diajak Bicara?
Statis...
Tidak Selalu Mendominasi Kawan...
Apa Yang Salah?
Etika Rasanya Mudah Terabaikan Jika Kita Berhadapan Dengan Namanya Egosentris...
Ah... Muak...Teriak...Buang B**ak Dari Mulut Kita... Sumpah Serapah...
Entah Apalagi Yang Akan Dihujatkan...
Terserah Persepsi Anda...
Resesi Dalam Diri Membuat Kita Harus berpikir Ulang...
Apakah Pantas Sebagai Hamba Tuhan Mengiba Dari Rasa Takut?
Menyerah Pada Waktu Yang Tak Ada Hentinya...
Menghadirkan Sekelumit Cerita Anak Manusia Dalam Meniti Kesemuan...
Atau Entah Apa Yang Akan Ia Hadirkan Di Dalam Dimensi Kultur Dinamika Cinta...
Yang Selalu Menghakimi Diri Oleh Kata - Kata...
Senin, 03 Mei 2010
Hidup Memang Lucu, Selucu Roman Picisan

Pengakuan Tentang Arti Dari Sebuah Kebenaran Menjadikannya Salah Tafsir. Saya Coba Menuturkannya Lewat Dialog Dua Insan Yang Bisa Dibilang BERMAIN AMAN DI ZONA NYAMANNYA MASING-MASING
" Sudahlah... Lupakan... Kita Kan TEMAN Ngak Baik Ribut Soal Ini. Yuks, Kita Beli Makan Dulu, Laper Nih (Seraya Menarik Tangan Wanita Itu Menuju Seberang Jalan Kostan Di Mana Tukang Mie Ayam Sudah Sigap Menunggu Pelanggannya)
Jumat, 23 April 2010
Never... Say... Never
Ketika Ditinggal Pergi Untuk Menghadap Sang Pencipta...
Sungguh Ironis Memang...
Bagi Kita Yang Ditinggalkan Menyimpan Duka Yang Begitu Mendalam...
Entah Butuh Waktu Berapa Lama Untuk Dapat Menghilang Dalam Ingatan...
Tuhan Sangat Menyayangi Hamba-Nya...
Kepedihan Yang Hadir Menguratkan Kenyataan Hidup Yang Dijalani...
Banyak Hikmah Tersaji...
Jangan Pernah Kau Lupakan Orang Yang Mencintaimu...
Adalah Sebuah Kekuatan Untuk Bertahan Hidup...
Hingga Sang Khalik Berkehendak...
(Terurainya Surat Sang Pria Sejati Di Hadapan Dara Jelita Yang Tertunduk Layu, Lalu Ia Mulai Membacanya)
"Kuingin Melihat Kau Bahagia... Mesti Tanpa Ada Aku...
Kau Harus Dapat Melupakanku...
Tuk Terus Melanjutkan Hidupmu...
Agar Kau Dapat Bahagia Dengan Pilihan Yang Tepat Untukmu...
Kisah Yang Terjadi Adalah Misteri Tuhan...
Tanpa Ada Skenario Yang Terbentuk...
Aku Hanya Bisa Bertanya...
Mengapa Ini Terjadi Padaku?
Dan Mengapa Mesti Dia?
Apakah Ini Suatu Pertanda?
Aku Tak Ingin Menjadi Beban Dalam Hidupnya...
Bila Hadir Dalam Situasi Yang Sulit Seperti Ini...
Lupakanlah...
Sambutlah Apa Yang Kau Jalani...
Yang Lebih Baik Dan Yang Pasti Tak Akan Pernah Kau Sesali...
Kau Dapat Lebih Bahagia Dan Ceria Tanpa Ada Aku...
Yang Selalu Menghalangi Kisah Indah Cerita Dalam Hidupmu...
Selamat Tinggal Kisah Yang Tlah Berlalu...
Tetaplah Menjadi Kenangan..."
(Derai Air Mata Sang Dara Jelita Jatuh Membasahi Wajahnya Nan Lugu... Lalu Roboh Seketika Di Pusara Yang Tercinta...)
Kamis, 25 Februari 2010
Konsep + Realita = Adiksi

Episode Hidup Yang Kita Lalui Menginterprestasikan Keadaan Yang Multi Kontraproduktif Tentang Arti Sebuah KENYATAAN
Semakin Jauh Bias Sinar Yang Menghangatkan Jiwa... Semakin Dekat Asa Melambung Tinggi Ke Luas Langit Jagad Raya
Realita Menghadirkan Kenangan Yang Bisa Membuat Kita Bertahan Dalam Bingkai Keadaan...
Apakah Kenangan Akan Dapat Mengalahkan Realita Yang Terjadi???
Saat Menyadari Bahwa Kenangan Punya Tempat
Tersendiri Di Alamnya
Ia Tak Lekang Ditelan Waktu
Cerita atau Kisah Yang Ada Adalah Bagian Dari
Sebuah Realita Hidup
Lalu Mimpi, Adakalanya Bisa Menjadi Kenyataan
Apakah Dapat Terlaksana Atau Tidak, Hanya Seizin
YMK Yang Berkehendak
Yang Perlu Diingat, Hanya Napas Penghabisan
Yang Akan Menjawab Semuanya...
Sabtu, 30 Januari 2010
Memaknai Filosofi KUDA
Kuda Biasa Dikasih Makan Rumput Sama Yang Empunya nya, Tapi Kuda Bisa Marah Bila Telat Makan... Malas Bekerja, Malas Beraktivitas, Dan Memilih Untuk Santai Saja...
Kuda Memiliki Corak Dan Warna Yang Berbeda, Ada Yang Hitam, Putih, Coklat, Corak Hitam Coklat, Corak Putih Hitam...
Kuda Memiliki Daya Pacu Yang Sangat Kencang... Jika Dilatih, Difasilitasi Makan, Gizi Yang Bagus Pula...
Kuda Pacu Menjadi Rebutan Joki Yang Berkualitas...
Harus Bisa Sehati, Berkomunikasi, Dan Bekerjasama...
Kuda Yang Renta Dimakan Usia, Terkadang Tersisihkan, Diasingkan, Dan Lalu Dibuang....
Kita Bisa Belajar Sedikit Dari Dari Apa Yang Saya Sampaikan....
Semoga...
Selasa, 29 Desember 2009
Saling Bertautan
Seiring derai debu menyesakkan malam yang tak menentu, angin mengabarkan bahwa dia masih memuja kekasih hatinya, yang kini telah bersama. Apalah daya, tangan tak sampai!!!! Manusia selalu menanggap rendah arti dari sebuah kenyataan yang sesungguhnya, dan menyerah pada keadaan. Suatu saat tiba, bahwa apa yang terjadi, bukanlah suatu kebetulan, tetapi sebuah kenyataan yang perlu dipertanggungjawabkan..................
Jumat, 31 Juli 2009
Memaknai filosofi hidup
Pada saatnya tiba, handai taulan pasti akan tahu, dan mengerti apa yang mereka cari di dunia.
Tanpa disadari pun, bila kehendak menginginkannya, ya sudah pasti terjadi.
Terkadang kita selalu melemahkan arti apa yang kita miliki, bahwa sesungguhnya itu
berdampak sangat baik bagi diri kita.
Sekecil apapun yang kita punyai, tak berharga sama sekali, bila kita tidak mensyukuri apa
yang telah kita raih.
Kerap kali, kita lupa apa yang telah kita hasilkan itu sangat berarti bagi diri pribadi, apalagi buat
orang banyak.
Tak perlu dipungkiri, sekecil apapun kau mendapatkannya, terimalah dengan tangan terbuka,
bahwa semua itu karunia yang telah Dia berikan padamu.
Manusia, merasa selalu kekurangan dengan apa yang telah dimiliki, padahal kita tahu baik harta
dan semua hal yang bersifat keduniaan, hanya sementara. Ya, sementara!!!!
Saya mencoba untuk sedikit bercerita tentang seseorang yang merasa kurang pede, padahal ia
bisa membuktikannya, bahwa ia mampu.
ini ceritanya :
Ia : "Mas, aku tuh, mau tanya, tapi sebenarnya saya malu mas!!!!"
Saya : "Tak usah malu, coba cerita aja!"
(dengan sedikit gugup, ia memberanikan untuk bicara)
Ia : "Anu mas, saya mau curhat, tentang anu mas..." (sedikit canggung dengan logat
Jawanya)
Saya : "Anu apa .... "(sedikit penasaran)
Saya : "Kalau mau cerita, yang jelas dong!" (dengan nada sedikit menekan)
Ia : (Kelagapan)
Ia : "Oya mas..." (memberanikan diri)
Ia : "Gini mas, saya tuh mau tanya, saya ganteng ngak sih mas?" (dengan muka belongo ke
arahku)
Saya : (Saya bergumam dalam hati)
Saya : "Ya ampun, kiraian apaan!"
Saya : "Gini wan, kamu mesti percaya diri, kok hal seperti itu dipermasalahkan!"
Ia : "Gini mas, aku ndak tahu ya, kok tiap aku ketemu wanita, kok pada buang muka ya!"
Saya: "Kamu tahu ngak sebabnya kenapa?"
Ia : "Ya, ndak tahu toh mas!"
Saya: "Ya, gimana saya mau kasih tahu, kalau sebabnya aja kamu tidak tahu!"
Ia : "Tapi mas, temenku pernah bilang, bahwa saya tuh norak mas!"
Saya : " Nah, itu kamu tahu sendiri jawabnya!"
Ia : "oh gitu ya mas ya!" (sambil garuk kepala)
Seraya ia pergi meninggalkan diri ini.
Perlu disadari dari adegan di atas, bahwa kita terkadang tidak bisa menempatkan diri kita di
posisi di mana kita berada, maksudnya kita hidup bersosialisasi harus bisa mengikuti
perkembangan zaman, bukan berarti korban mode, tetapi kita harus menyesuaikan diri kita
dengan lingkungkan di mana kita berada.
Maka dari itu, maknailah arti hidupmu dengan sesungguhnya................