Senin, 17 September 2012

Di Sini Panas Sudah Biasa, Bukan?

Jakarta, 13September'12


Panjangnya Kepentingan Terhampar Di Sini,
Mulai Dari Pria Berdasi & Berjas,
Menenteng File Tebal, Sambil Berbicara Dengan Mimik Serius Bersama Koleganya.
Di Sudut Ruang Itu Nampak Wanita Bergaun Putih Berambut Panjang & Berparas Ayu Menenteng Buku Tebalnya,
Dan Akhirnya Duduk Di Samping Kananku Kini.
Dunia Ini Penuh Dengan Kepentingan, Bisa Jadi Lawan Atau Kawan.
Apa Yang Akan Segera Terjadi?
Keadaan Ini Membuatku Bertanya...
Beginikah Cara TUHAN Membukakan Mata Hatiku Tentang Kehidupan Yang Terjadi Saat Ini?
Sekumpulan Pria Bersorban & Memakai Pakaian Serba Putih Menunggu Waktu Demi Waktu Proses Yang Dijalani...
Saya Bertanya Pada Diri Sendiri, Mengapa Saya Begitu Tegangnnya?
Seperti Akan Melakukan Ujian Sidang Skripsi Saja Nampaknya.
Hiruk Pikuk Terdengar Sayup Sayup Obrolan Yang Membuat Kantuk...
Hayo Segera Mulai, Hamba Sudah Nampak Lelah...
Masih Kulihat Si Mbak Yang Bergaun Putih Itu, Masih Asyik Membaca Buku Undang Undang & Hukum
Tentang Minyak Bumi, Pertambangan Dan Gas.
Oh Ternyata Dia Tim Advokasi Yang Sedang Menyelesaikan Kasus Perusahaan Besar Di Tanah Air...
Cckckckckckck... WHAT'S THE HELL!!!
DIsebalah Kiriku Om Polisi Sedang Asyik Khusyuk Mengobrol Dengan Aparat Kejaksaan...
Terdengar Perkataan " Kan Bagusnya Uang Dulu... Blablablabala..." Entah Apa Yang Dibicarakan *#\"!?+
Semakin Tegang... Dan Menegangkan...
Nah, Baru Datang Nih Reporter & Wartawan Dari Sebuah Televisi Swasta.
Sepertinya Bakal Ada Peristiwa Besar Dalam Liputannya.
Waktu Segera Bergerak Maju, Memasuki Ruangan Ini Terasa Lain,
Perdana Pasti Bukan Hal Biasa, Dibiasakan Juga Belum Tentu Dapat Dilalui Dengan Sabar.
Yang Mulai Segera Membuka Agenda Hari Ini, Sang Penuntut Sudah Hadir Dengan Seragam Nan Rapi.
Sang Pembela, Entahlah, Tak Ada Satupun Yang Ada Di Sana.
Kursi Pesakitan Nampak Terdiam Membisu. Siapa Hendak Terdahulu Duduk Di Situ?
Memang Ada Istilah, Lebih Baik Wanita Yang Lebih Dahulu, Dan Memang Benar, Yang Dipanggil Ibu Muda Dengan Wajah Lusuh Rambut Ikal Terikat Singkat.
Mengikuti Acara Ini Menjadikan Pengalaman Berharga Dalam Hidup, 
Untuk Pertama Kalinya Menghadiri Acara Seperti Ini.
Mengingatkan Kita Akan Hal Yang Tak Boleh Kita Lakukan, Yang Akan Mengakibatkan Keluarga Menjadi Korban Dari Perbuatan Yang Tak Pantas. 
Ketuk Palu Terdengar Kurang Mantap, Mungkin Karena Suasana Ruangan Yang Penuh Sesak Orang Orang.
Sang Penuntut Menyampaikan Berita Dakwaan, Membuat Sang Terdakwa Nampak Tersontak Kaget Dengan Hukuman Yang Diberikan.
"Maaf Yang Mulia, Saya Keberatan Dengan Hukumannya, Saya Punya Dua Anak Masih Kecil Kecil.
Gimana Anak Anak Saya Nanti" Ujarnya Dengan Penuh Harap.
Yang Mulia Terlihat Begitu Bersahaja, Dan Bukan Merasa Iba, 
Tapi Bijaksana Sebagai Layaknya Manusia, Punya Hati Nurani.
Setelah Dipertimbangkan, Akhirnya Hukumannya Diringankan.
Riak Wajah Si Ibu Muda Sedikit Senang, Dan Menerima Putusan Walau Dengan Berat Hati.
57Juta Untuk Satu Tahun Dua Bulan. Bagaimana Menurut Anda?
Jakarta Memang Panas Dan Tandus Siang Itu. Tapi Di Sini Memang Sudah Biasa, Bukan?
Jadi Harus Membiasakan Dengan Situasi Seperti Ini.
Biarlah Yang Tak Terungkap Menjadi Rahasia Besar Dalam Hidup, Hanya Mengambil Hikmah Yang Terbaik Agar Jalan Tak Pernah Salah Untuk Melangkah.
Jakarta Memang Berat, Tapi Itulah Hidup, Di Manapun Kau Berada Semua Pasti Sama. Wassalam.



Senin, 25 Juli 2011

Hidup Kompensasi Yang Berharga

Sungguh Memang Terlalu... Jika Kita Dihadapkan Pada Kenyataan Yang Serba Multi Tasking
Dan Keberadaan Itu Hanya Dijawab Oleh Sikap Arogansi "Anda Siapa?"
Bila Dihadapkan Pada Benturan Sosial Budaya Manusia...
Yang Berkuasa Pasti Yang berkehendak...
Militansi Kerak Rasa Seakan Tak Berarti Di Sana...
Hanya Dapat Bertutur Kata Pada Nyala
Berpeluang Untuk Menepiskan Gerah Di Jiwa...
Pada Saat Berlari Pada Ruang Hampa...
Aturan Main Tidak Sesuai Kenyataan
Tergoda Pada Madu Sesaat...
Awal Yang Indah... Apakah Berakhir Menjadi Malapetaka?
Ini Semua Memang Senioritas Yang Menjaga...
Agar Tanah Hijaunya Tetap Terjaga...
Tapi Apa Hendak Dikata...
Itu Semua Hanya BUALAN BELAKA...
Bertindak Cepat Alangkah Baiknya...
Agar Pijakan Terarah Dan Tak Mudah Goyah...
Pada Saat Titik Nadir Kembali Menenggelamkan ASA...
Cukup Sudah Segala Derita...
Hamba Hanya Percaya Pada Takdir & Usaha...
Bukan TUAN Yang Menentukan Nasib Hamba...
Segala Daya Upaya Hanya Untuk Sang Pencipta...


Kamis, 14 Juli 2011

Apa Yang Salah Dengan Jiwa?

Kadang Kalut Itu Menghujam Tajam
Mengarah Pada Tujuan Yang Tak Bertuan
Sedikitnya Menumbuhkembangkan Geliat Mencekam
Sambil Merajut Tali Kekesalan
Pada Jiwa Yang Selalu Dihinggapi Geram
Entah Kapan Akan Berkesudahan...
Emosi Tertahan Pada Keinginan Yang Muskil Terjadi
Hanya Dapat Mengiba Pada Keberadaan Yang SEMPURNA
Tertekan Bukan SARAT UTAMA
Sedari Kita Menyadari Itu Bukan Jawaban...
Apa Arti Sejatinya Diri?
Jika Hanya Mencerna Kemajemukan Dan Ketidakjelasan Arah Pikiran...
Mungkin terkontaminasi oleh Tekanan Yang Menghadang...
Perlu dicermati Arti Berupaya Dalam Rasa...
Hanya Perlu KEDEWASAAN Menghadapi Kenyataan...
Lalu Sedu sedan Berangsur Membaik...
Pada Akhirnya Menangis Haru Dalam Kegembiraan,,,


Jumat, 17 Juni 2011

Konsepsi & Instruksi Tak Jelas

Kantuk Mata Sudah Biasa...
Apalagi Yang Namanya Jatuh Cinta...
Pada Pekerjaan...
Atau Pada Lawan Jenis...
Definisi Di Sini Harus Diseragamkan...
Agar Tidak Salah Persepsi...
Apalagi Analogi...
Tensilan Ulasan Makna Belum Dapat Menerjemahkan Makna Sesungguhnya...
Pada Buaian Hampa Tanpa Rasa...
Hanya Berserah Pada Lumbung Jiwa...
Semakin Tertekan...
Semakin Berontak Sampai Titik Darah Penghabisan...
Apa Yang Dilakukan...
Masih Terkungkung Oleh Perilaku Lama Orang Yang Berpengalaman...
Dan Merasa Digdaya Kuasa Atas Nama Jam Terbang...
Senyum Kecut Tersungging Agak Miris...
Meratapi Tingkah Polah Raja Riak Wajah...
Mengerdilkan Rekat Tanggung Jawab Memang Menjadikannya Salah Sasaran...
Menunggu Gertakan Yang Membangkitkan Rentetan Rongga Aliran Darah...
Ayo...
Kamu Tidak Seperti Yang Ku Kira...
Lama - lama Jengah Dibuatnya...
Tersadarkan Oleh Lamunan...
Bahwa Itu Hanya Sebuah Perumpamaan...
Dislokasi Turbulensi Yang Sarat Akan Pinangan Kritik Tajam...
Mendengarkan Sebelah Menyebelah...
Hingga Kita Tahu Siapa Yang Salah...

Selasa, 14 Juni 2011

Romantika Masa Semenjana

Aroma Kegirangan Kembali Terkuak Pada Satu Sisi Mata Hati
Mengalirkan Nada Sumringah Yang Menggeliat Riuh Rendah
Paparan Kronologis Terasa Asing Kembali
Memuntahkan Amarah Yang Lama Terpendam

Luruh Itu Pasti Bukan Hanya Sematan
Tertelungkup Pada Suatu Keadaan
Yang Membuatnya Tersadarkan Akan Masa Bebal
Diam Bukan Suatu Jawaban

Apalagi Yang Perlu Diciptakan
Jika Hanya Menorehkan Tinta Darah Kegelapan
Susuri Indahnya Cahaya Bathin
Pada Remang Hampa Kehidupan

Konstelasi Jiwa Merapat Pada Cahaya Pudar
Yang Menjadikannya Sumbut Dengan Keadaan
Jadi Perlu Pergerakkan Pada Olah Rasa
Menjadikannya LEBIH SEGAR Seperti Sedia Kala

Masa Itu Memang Sangat Unik
Romantik Tapi Hanya Sementara
Luas Lapang Dada Bukan Yang Utama
Tapi Memberikan Arti Makna Yang Sesungguhnya

Menyesali Yang Terjadi Seperti Punguk
Tidak Pernah Berakhir Penantian
Tertawa Bebas... Senyum Simpul
Memberikan Makna Yang Sesungguhnya... Wasallam...

Senin, 13 Juni 2011

Cinta Yang Tertambat Pada Biduk Dan Singgah Di Persimpangan

Arahan Yang Menjembatani Langkah Terperangkap Peluh Nan Rapuh
Lugu Dan Tulus Hadir Menyertai
Komposisi Rasa Seakan Campur Aduk Tak Menentu
Seperti Adonan Kue Yang Tak Jelas

Kultur Yang Sedari Dulu Hinggap Dalam Pelukan
Seakan Tidak Memberikan Perlawanan Yang Berarti
Hanya Singgah Dan Berlalu Untuk Pergi

Muatan Enklitika Hanya Bersifat Sementara
Lumrah Atau Biasa Saja
Deskripsi Awal Bukan Padanan Yang Setimpal
Dengan Apa Yang Telah Didapatkan

Semua Berlalu... Pergi... Dan Datang Kembali
Seperti Rotasi Sumbu Waktu Menjelajahi Ruang Makna
Jika Hanya Bersandar Pada Dunia Khayali
Sungguh Dinanya... Dan Sangat Sia - sia Belaka...

Menepiskan Refleksi Keadaan Logis
Separuh Simultan Ikut Luruh
Terbuai Dalam Aroma Citra Rasa Yang Handal
Tertikam Racun Belati Kosa Kata

Pada Saat Yang Bersamaan
Kita Akan Hadir Pada Dimensi Yang Sama
Terekatkan Pada Sosok Jiwa Yang Terpatri Laksana Surga
Akan Megahnya Rasa Yang Tak Akan Mungkin Hilang Untuk Selamanya...

Jumat, 27 Mei 2011

Subjektifitas Yang Sesumbar


Untuk Mengetahui Pola Pikir Seseorang Selalu Dihindarkan Pada Hal Menghakimi
Namun Jika Salah Mengartikan Ada Kemungkinan Fatal... Atau Terjadi Perseteruan Yang Alot
Dan Bila Sesuatu Hal Hanya Berkutat Pada RASA Bukan Pada CARA Yang Dihasilkan...
Niscaya... Pasti Ada Kendala Yang Menyertai...

Terlalu Naif Memang Jika Kita Selalu Merasa Paling Benar... Paling Tahu, Paling Berkuasa... Dan PALING YANG LAINNYA...
Olah Rasa Yang Seharusnya Berada di Tempatnya... Tidak Sesuai Dengan Kenyataan.. Dan Bergerak Di Tempat...
Kausalitas Hanya Sebuah Bualan Belaka...
Percaya Atau Tidak...

Mosi Tidak Percaya Akan Pendapat Atau Toleransi Kebersamaan...
Hanya Akan Menghasilkan Sumbu Pertentangan Akan Suatu Suara Yang Tertekan...
Dan Berjalan Setapak Menuju Arah Yang Tak Tentu Tujuan...
Jadi Perlu Pegangan Yang Handal Untuk Dapat Mempertahankannya...

Legalitas Kepercayaan Terlalu Luas Dibentangkan...
Bergumpul Pada Titik Yang Telah Usang...
Hiruk Pikuknya Hanya Satu Musim Dan Berlalu..
Gerah Upaya Pun Harus Disertakan...

Hanya Berjalan Seadanya...
Memungut Kepingan Dan Serakan Cinta Akan Hidup
Yang Akan Membuka Mata Hati Dan Tergugah Akan Hal Yang Semestinya Terjadi...
Berharap Koridor Pencerahan Mata Bathin Kan Selalu Menyertai...

Kamis, 12 Mei 2011

Menerjemahkan Kata Pada Malam

Pada Saat Luka Menjadi Bagian Yang Berarti Dalam Hidup

Apakah Perlu Diobati Atau Dibiarkan Saja

Rasanya Hanya Diri Kita Yang Tahu Jawabannya...

Meski Dalam Keadaan Yang Serba Artikulatif

Menjadi Keadaan Yang Sulit Dihindari Dan Dinapikkan...

Bila Kita Menyadari Akan Hal Tersebut

Rutinitas Yang Memakan Waktu Membuat Kita Tak Menyadari

Kualitas Dan Porsi Sejatinya Diri...

Apakah Terbebani Atau Sebuah Keharusan Dalam Menjalaninya?

Kontraimpulsif Dan Kemajemukan Keseharian Yang Dijalani

Bisa Jadi Sebuah Bentuk Kenyataan Yang Terkadang Kita Membebaninya Sendiri...

Seiring Berlalunya SANG WAKTU

Analitik Nan Menggelitik Muncul Di Benak

Apakah Wajah Hidup Kita Kan Selalu Satu Warna Yang Bias Jika Hanya Hadir Pada Permukaan Jiwa Yang Tak Selaras Dengan Apa Yang Dijalani?

Merangkulkan Imajinatif Pada Torsi Yang Sepantasnya Saja Memang Tidak Mudah

Hanya Bisa Berlalu Pada Saat Yang Tak Tentu...

Berkata Mudah Saja Memang Sangat Lumrah

Jika Menyadari Apa Yang Sedang Terjadi...

Secara Korelasinya Sangat Simultan Dengan Apa Yang Sepantasnya Terungkapkan

Malam Memang Jadi Saksi Bisu... Menatap Dengan Kesungguhan Nan Tulus...

Menunggu Fajar Pagi Menyambut... Memberikan Estafet Keseharian Dengan Cerita Yang Nyaris Lebih Dahsyat Dari Apa Yang Terjadi Tadi Malam...


Created by Bank Josh on Friday, November 12 2010, at 4:00pm

Konsistensi Salah Kaprah (Mandul)

Harus Diakui Memang... Jika Kita Dihadapkan Pada Suatu Keadaan Yang Multi Tafsir Pasti Akan Memberikan Pilihan... Entah Yang Mana Akan Didahulukan... Naif Atau Bijaksana Hanya Menjadi Kata Yang Selalu Akan Kita Hindari... Bahwa Tidak Menjadi Padanan Yang Berarti... " Existence Is Only A Game..." (Morrissey - I'm Not Sorry)

Satu Baris Kalimat Yang Menohok... Apakah Akan Diamini Kalimat Tersebut? Itu Bergantung Pada Persepsi Saya... Anda... Kalian... Atau Mereka... Terserah...

Kalimat Mr. Morrz Masih Saja Menjadi Pertanyaan Yang Belum Terjawab... Apakah Yang Telah Dilakukan Dalam Setiap Interaksi Dalam Suatu Komunitas... Atau Rutinitas Adalah HANYA SEBUAH PERMAINAN?

Jenius Dan Brilian... Atau Apalagi... Entah... ?????

Klau Merajuk Pada Keberadaan Yang Dijalani... Sebagai Makhluk Sosial... Kita Memang Tidak Dapat Hidup Menyendiri... Meski Hal Ini Banyak Terjadi Di Sekitar Saya... Anda...Kalian... Dan Mereka... Percaya...

Relevansi Digdaya Yang Dipunyai... Sangat Kentara Bila Titik Kulminasi Sesuatu Menemui Jalan Buntu...

Percaya Atau Tidak... Anda Sendiri Yang Mengetahuinya...

Tidak Dapat Berbanyak Kata... Yang Terpenting Apa Yang Dilakukan... Dijalani... Sebuah Puritan Yang Handal Akan Melahirkan Kejutan Yang Tak Terkira... Wassalam...


Created by Bank Josh on Monday, April 25 2011, at 11:29am


Kontemplasi Dua Arti

Mengisyaratkan Kelakar Jiwa... Pada Sumbu Yg Mudah Rapuh...

Sering Kali Berdampak Pneunomia...

Sirkus Balapan Seperti Kuda Pacu... Tak Menentu...

Lihai... Atau Lunglai.. Ditentukan Sejatinya Oleh Torsi Alamiah...

Yakinkah?

Atau Hanya Bersifat Sementara...

Sesuatu Pasti Memerlukan Asupan Yang Bermakna...

4 Sehat 5 Sempurna...

Dapat Juga 6...7 Lebih Super... Atau Maha Sempurna...

Pada Keyakinan Kita... Semua Dapat Disimpulkan Dan Diartikan Lebih Baik...

Percaya Atau Tidak... Ya Jalani Saja...

Kurikulum Hidup Terlalu Mengikat... Dan Tak Beralasan...

Terlalu SesaK Meghimpit Ruang Gerak Napas Manusia...

Aturan Mulai Menjemukan... Bahkan Menjijikan...

Memboikot Dan Menumpaskan Amarah... Selalu Terkekang Oleh Suri Teladan Yang Menggurui Setiap Saat...

Role Models Masih Itu - Itu Saja... Nyinyir Sekali...

Kala Suara Kebenaran Terlentang Keras... Cemoohan AKan Hadir Tanpa Diundang...

Memojokkan... Bahkan Menjatuhkan... Entah Untuk Yang Keberapa Kali...

Tolong... Jangan Sanksikan Kebenaran Tuhan... Ingat... TUHAN...

Hanya Berguru Pada Pengalaman... Agar Semua Indah Seperti Sedia Kala...


Created By Bank Josh on Tuesday, May 3, 2011 at 4:58pm



Sabtu, 30 Oktober 2010

Keseragaman Musik (Kita) Indonesia


Musik kita sekarang jadi seragam, dan keseragaman hanya akan mematikan kreativitas.
(Armand Maulana - GIGI)


Pada era 90-an kita sempat dikejutkan oleh invasi musik mendayu-dayu lewat film yang dibintangi artis Indonesia, Nia Zurkarnaen, dan vokalis band asal negeri Jiran, Amy Search. Hal tersebut menjadi suatu fenomena "serangan fajar" musik Malaysia. Terbukti dengan dibawakannya lagi oleh grup band yang sedang naik popularitasnya saat ini, yaitu ST 12, dan menjadikannya theme song sebuah sinetron di sebuah televisi swasta.
Hadirnya band-band seperti; Search, Iklim, Saleem, Exist, dan band lainnya menjadi sebuah inspirasi bagi pergerakan musik mendayu yang terjadi di tanah air.
Fenomena ini masih berlanjut hingga saat ini. Ketika pasukan Stasiun 12 atau yang akrab kita sebut ST 12, yang dikomandani sang vokalis, Charlie ST 12, yang sering wara-wiri di berbagai stasiun tv, baik iklan, atau di berbagai media massa lainnya. Bagaimana tidak gerakan mereka sungguh mengejutkan kalangan musisi di tanah air. Mereka memberanikan diri menyebut aliran musik meraka "METAL" atau dengan kata lain, Melayu Total.
Sempat tersindir oleh pentolan grup Yovie & Nuno pada ajang Anugerah Musik Indonesia pada beberapa waktu silam, Charlie Cs tak bergeming, mereka tetap melanjutkan misi musik mereka.
Mungkin bagi sebagian besar masyarakat kita sudah tidak asing lagi mendengar, melihat aksi yang mereka tampilkan. Kalau kita simak, lagu mereka memang easy listening, mudah diterima, mudah diingat dengan cengkok khas melayunya Charlie. Apa yang istimewa dengan musik mereka?
Bila melihat segi atau memasarkan sebuah bisnis, kita mesti jeli melihat selera pasar yang akan menjadi target utama produk yang akan kita pasarkan. Mungkin faktor inilah yang berhasil mereka terapkan di Indonesia.
Menjamurnya band-band yang seragam, seperti; Wali, Hijau Daun, Sembilan Band, Mandala, Mahkota, dan banyak band lainnya meramaikan blantika musik di tanah air. Apakah era sekarang musik di tanah air mengalami stagnasi atau penurunan yand drastis dari segi kualitas? Banyak artis instan yang bertebaran yang mengikuti trend yang sedang Up Date, justru akan menurunkan kadar kualitas dan kreativitas musik mereka.
Kenapa tidak, banyak artis-artis muda yang ingin cepat terkenal, terobsesi menjadi sukses, justru mengambil jalan pintas dengan memburu dan meretas trend sesaat. Yang terpenting dikenal banyak orang, tak apa lagu sekenanya, tanpa melihat segi kualitas dan kreativitas band itu sendiri.
Ini berdampak sangat tidak sehat bagi industri musik kita yang sedang carut marut ini. Keseragaman musik yang terjadi, akan mematikan langkah bermusik mereka ke depannya. Apa yang mesti kita lakukan?
Mudah- mudahan ada solusi untuk menghadapi masalah ini bersama sebagai masyakat yang peduli akan pelestarian musik tanah air.
Copy cat band tenar yang sedang naik daun harus segera disikapi dengan dewasa, walaupun masih banyak produser yang punya hak penuh untuk mengatur dan mengkomersilkan band berdasarkan selera mereka., Sayang sekali.
Hal ini tak boleh berlangsung lama. Bagi kita, yang punya cara pandang / kritis terhadap gejala yang terjadi, baik pemerhati, penikmat, atau pelaku musik bisa sama-sama mengkritisi dan peduli terhadap perkembangan musik di tanah air. Ayo lakukan!!!!


Irwansyah Adam (111009)

Senin, 20 September 2010

Kontradiktif Nan Impulsif

Apa Mau Dikata Kawan... Kelemahan Menjadikannya Beban Sarat... Lalu Serta Merta Memberikannya Dampak Yang Harus Dapat Dibenahi Jika Memang Diperlukan... Ingat... Jika DIPERLUKAN...
Situasi Memang Tak Menentu... Menentukan Keinginan Pribadi Atau Egosentris Terkadang Tersalahkan Oleh Keadaan Yang Memang Seharusnnya Tidak Terjadi...
Apa Mau Dikata Kawan...
Kebijaksanaan Diri Sangat Menapikkan Keadaan Yang Ada...
Hanya Dapat Berlapang Dada Dan Berharap Semua Berjalan Membaik Kembali...
Keinginan Dan Keharusan Menjadikannya Palang Pintu Yang Harus Didobrak...
Agar Itikad Baik Untuk Orang Yang Kita Cintai Tidak Mudah Ternoda...
Mohon Maaf... Letih Di Jiwa... Raga Masih Teguh Memandu Janji Untuk Tetap Memberikan Kejutan2 Yang Terbaik Untuk Dipersembahkan Pada Jiwa-jiwa Yang Gelisah...

Jumat, 13 Agustus 2010

Sederhana, Rumit, Adalah Munafik!!!

Terkadang Kita Selalu Memungkiri Kata Hati Sendiri Dengan Kebodohan & Ketumpulan Yang Dimiliki. Disadari Tidak, Menapikkan Kenyataan Sering Dilakukan Oleh Umat Manusia Yang Ada Di Dunia. Tidak Percaya?? Tanya Diri Sendiri...
Pada Saat Bersamaan Pula Dapat Menjadikannya Tolok Ukur Sejauh Mana Anda Memahami Arti Sesuatu Hal Yang Tidak Orang Lain Ketahui...
Mengambil Kisah Seseorang... Dapat Dibilang Fiktif Atau Non Fiktif... Terserah Penilaian Pribadi Masing-masing...
Teman... Atau Sahabat... Baik Pria Maupun Wanita... Pasti Ada Sisi Yang Mungkin Patut Kita Pertanyakan... "PENGAKUAN JATI DIRI"
"Kamu Harus Tahu... Aku Tuh Orangnya Simple... Sederhana... Ngapain Bikin Ribet"
Kalimat Diatas Adalah Sebuah Pengharapan Bahwa Lawan Bicara Kita Harus Dalam Keadaan SADAR Menyadari Bentuk Pengejewantahan Diri Pribadi. Ya, Terima Saja... Asal Apa Yang Diungkapkannya Itu Memang Benar-benar Dapat Dipertanggungjawabkan... Atau Hanya Sebuah Kamuflase Semata?!?
Seiring Berjalannya Waktu... Fakta Memang 180 Derajat Berbeda... Memang Memandu Janji Hati Tak Semudah Yang Kita Bayangkan...
Sesuatu Hal Telah Berakhir Dengan Sangat Rumit Sekali... Menurut Versi DIA... Padahal Bila Kita Telaah Lebih Jauh Lalu Dianalisa... Sungguh Sangat MUNAFIK Kita Sebagai Manusia... Tidak Mau Mengakui Keadaan Yang Sesungguhnya Dengan Melebih-lebihkan Yang Tidak Penting... Sayang Sekali... (HINA)
Sudahlah... Akui Saja... Pada Saatnya Akan Datang... Kau Pasti Tahu JAWABANNYA... Dan Kemudian Tersenyum Kecil Mengakui Kesungguhan Hati Yang Sebenarnya...

Senin, 17 Mei 2010

Renta...Statis...Atau Mudah Menyerah...

Padanan Kata Selalu Disalahartikan...
Bahwa Sebenarnya Tidak Perlu Makna Pembenaran Melakoninya...
Saat Kita Menyadari Arti Sebuah Kehadiran...
Menapikkan keberadaan Kadang Menjadikannya BEBAN SARAT...
Tak Usah Risaukan Apa Yang Bukan Menjadi Prioritas Yang Harus Dipikirkan...
Kita Selalu Terkungkung Oleh Hal Yang Semestinya Tidak Perlu Dilakukan...
Tersungkur Oleh Perilaku Dan Tabiat Kita Sendiri...

Kerentaan Jati Diri Dapat Memberikan Efek Yang Sangat Bebal...
Akselerasi Mulai Melambat...
Daya Pacu Mulai Kendor...
Tak Ada Semangat Yang Hadir Di Sana...
Seperti Kendaraan Tanpa Minyak Pelumas...
Apakah Gerangan Yang Terjadi...

Alam Pikiran Seseorang Terkadang Dibutakan Oleh Sesuatu Hal Yang Berdampak Masif...
Interaktif Pun Terasa Seperti Monolog Tanpa Riak Wajah...
Semu...Walau Terharu... Tapi Jadi Bikin Malu...
Tak Hanya Melulu Bicara Tentang Logika Yang Menjadikannya Sarat Utama...
Adakah Terbesit Asa Dari Seorang RASA Yang Selalu Menghindar Ketika Diajak Bicara?

Statis...
Tidak Selalu Mendominasi Kawan...
Apa Yang Salah?
Etika Rasanya Mudah Terabaikan Jika Kita Berhadapan Dengan Namanya Egosentris...
Ah... Muak...Teriak...Buang B**ak Dari Mulut Kita... Sumpah Serapah...
Entah Apalagi Yang Akan Dihujatkan...
Terserah Persepsi Anda...

Resesi Dalam Diri Membuat Kita Harus berpikir Ulang...
Apakah Pantas Sebagai Hamba Tuhan Mengiba Dari Rasa Takut?
Menyerah Pada Waktu Yang Tak Ada Hentinya...
Menghadirkan Sekelumit Cerita Anak Manusia Dalam Meniti Kesemuan...
Atau Entah Apa Yang Akan Ia Hadirkan Di Dalam Dimensi Kultur Dinamika Cinta...
Yang Selalu Menghakimi Diri Oleh Kata - Kata...

Senin, 03 Mei 2010

Hidup Memang Lucu, Selucu Roman Picisan


Kalau Kita Ingat Kata Lucu, Pasti Yang Ada Dalam Benak Kita, Sesuatu Hal Yang Dapat Membuat Kita Tertawa Terbahak-bahak, Lepas, Atau Sampai Kita Mengeluarkan Air Mata Betapa Lemasnya Badan Dibuatnya, Karena Gara-gara Tertawa. Badut Yang Biasa Menjadi Penghibur Adalah Bentuk Kelucuan Yang Sangat Menarik Dengan Dandanan Yang Dapat Membuat Orang Terhibur Dengan Tingkah Polahnya. Lain Halnya Yang Terjadi Di Dunia Pada Saat Ini, Terkadang Kita Menjadi Subjek Dari Kelucuan Kita Sendiri, Tanpa Disadari. Adakalanya Kepalsuan Tingkah Laku Manusia Ataupun Kemunafikan Menjadikan Suatu Hal Yang Lumrah Kala Dirinya Menjalani Kesemuan Harinya Dengan Membuat Segala Sesuatunya "Baik-baik Saja"
Pengakuan Tentang Arti Dari Sebuah Kebenaran Menjadikannya Salah Tafsir. Saya Coba Menuturkannya Lewat Dialog Dua Insan Yang Bisa Dibilang BERMAIN AMAN DI ZONA NYAMANNYA MASING-MASING

(Diceritakan Dua Orang Yang Dapat Dibilang "Berteman" terlibat Dalam Pertikaian Seru Di Beranda Belakang Halaman Kost Si Wanita, Sebut Saja Aku Adalah Si Sederhana, Lalu Si Pria, Sebut Juga Saya Adalah Si Misterius)


Aku : (Dengan Emosional) "Kamu Tau Ngak, Sudah Lama Aku Tuh Mau Bilang Sama Kamu Orang, Please Deh Jangan Ngerasa Ke-geer-an Gitu Kalau Jalan Ama Aku!" (Sambil Menghempaskan Badan Dengan Muka Yang Merah Abis Kena Sinar Mentari Siang Itu) Saya : (Terkejut, Terperangah Dan Langsung Menyambar Perkataan Si Aku Tadi "Ke-geer-an, Maksudmu? Eh, Non, Ngaca Dulu... (Sambil Berdiri Lalu Meneruskan Perkataannya) Mungkin Kamu Yang Suka Ama Aku Kali Ya? (Dengan Mimik Muka Sedikit Sinis) Aku : (Tertawa Lepas) "Hahahahaha.... (Puas Banget) " Ngak Salah Tuh Ngomong?" Saya : (Terheran) " Sekarang Saya Tanya Balik, Kamu Bisa Bilang Ke-geer-an Kalau Jalan Ama Kamu, Dari Mana? Atau Kamu Yang Bikin Cerita Bahwa Aku Yang Suka Ama Kamu, Padahal Kamu Sendiri Yang Karang Ceritanya!!! Ayo Ngaku!!!" Aku : (Membuang Muka) " Ngak Ah, Tapi Perasaanku Bilang Gt, Soalnya Waktu Kita Jalan, Pas Nyebrang Jalan Kamu Pegang Tangan Aku. Ya, Aku Ngerasa Kamu Suka Ama Aku, Kamu Perhatiaan. (Menundukkan Wajah Cantiknya) Saya : (Tersenyum Miris) " Oh Itu... Toh.... Ya, Kamu Gmn Sih, Itu Mah Wajarkan Kalau Pria Memerhatikan Dan Melindungi Wanita (Sok Bijaksana) "Kamu Jangan Mengartikan Lain Soal Hal Itu" Aku : (Hatinya Terperanjat) " Oh... Kirain... Ya, Aku Ngak Biasa Aja Kayak Gt..." (Tidak Meneruskan Kalimatnya) Saya : (Sambil Menghampiri Dan Memegang Pundak Wanita Itu)
" Sudahlah... Lupakan... Kita Kan TEMAN Ngak Baik Ribut Soal Ini. Yuks, Kita Beli Makan Dulu, Laper Nih (Seraya Menarik Tangan Wanita Itu Menuju Seberang Jalan Kostan Di Mana Tukang Mie Ayam Sudah Sigap Menunggu Pelanggannya)


(Dalam Hati Saya Menyimpan Sejuta Tanya, Pada Dasarnya Ia Sangat Ingin Menjadi Seseorang Yang Istimewa Bagi Si Aku, Ia Rela Mengorbankan Perasaannya Karena Kriteria Si Aku Yang Terlampau Di Atas Standar (Kriteria Pria Idaman) Lalu Si Aku Pun Merasa Menerima Petir Di Siang Bolong, Pada Awal Pengharapannya Bahwa Si Saya Benar2 Menyukainya, Dengan Memerhatikan Dirinya. Hidup Memang Lucu Kawan, Terkadang, Kita Sulit Untuk Jujur Pada Diri Sendiri. Tapi, Yang Perlu Kita Yakini, Pada Saatnya Tiba, Kita Akan Menyadari Akan Kebodohan Kita Sendiri Tentang Arti Sebuah PENGAKUAN)

Jumat, 23 April 2010

Never... Say... Never

Sebuah Penantian Yang Tak Berkesudahan...
Ketika Ditinggal Pergi Untuk Menghadap Sang Pencipta...
Sungguh Ironis Memang...
Bagi Kita Yang Ditinggalkan Menyimpan Duka Yang Begitu Mendalam...
Entah Butuh Waktu Berapa Lama Untuk Dapat Menghilang Dalam Ingatan...

Tuhan Sangat Menyayangi Hamba-Nya...
Kepedihan Yang Hadir Menguratkan Kenyataan Hidup Yang Dijalani...
Banyak Hikmah Tersaji...
Jangan Pernah Kau Lupakan Orang Yang Mencintaimu...
Adalah Sebuah Kekuatan Untuk Bertahan Hidup...
Hingga Sang Khalik Berkehendak...


(Terurainya Surat Sang Pria Sejati Di Hadapan Dara Jelita Yang Tertunduk Layu, Lalu Ia Mulai Membacanya)

"Kuingin Melihat Kau Bahagia... Mesti Tanpa Ada Aku...
Kau Harus Dapat Melupakanku...
Tuk Terus Melanjutkan Hidupmu...
Agar Kau Dapat Bahagia Dengan Pilihan Yang Tepat Untukmu...
Kisah Yang Terjadi Adalah Misteri Tuhan...
Tanpa Ada Skenario Yang Terbentuk...
Aku Hanya Bisa Bertanya...
Mengapa Ini Terjadi Padaku?
Dan Mengapa Mesti Dia?
Apakah Ini Suatu Pertanda?

Aku Tak Ingin Menjadi Beban Dalam Hidupnya...
Bila Hadir Dalam Situasi Yang Sulit Seperti Ini...
Lupakanlah...
Sambutlah Apa Yang Kau Jalani...
Yang Lebih Baik Dan Yang Pasti Tak Akan Pernah Kau Sesali...

Kau Dapat Lebih Bahagia Dan Ceria Tanpa Ada Aku...
Yang Selalu Menghalangi Kisah Indah Cerita Dalam Hidupmu...
Selamat Tinggal Kisah Yang Tlah Berlalu...
Tetaplah Menjadi Kenangan..."

(Derai Air Mata Sang Dara Jelita Jatuh Membasahi Wajahnya Nan Lugu... Lalu Roboh Seketika Di Pusara Yang Tercinta...)

Kamis, 25 Februari 2010

Konsep + Realita = Adiksi


Adakalanya Kita Menyadari Bahwa Setiap Kejadian Memberikan Dampak Yang Sangat Berarti Untuk Kita Selami Makna Yang terkandung Didalamnya.
Episode Hidup Yang Kita Lalui Menginterprestasikan Keadaan Yang Multi Kontraproduktif Tentang Arti Sebuah KENYATAAN
Semakin Jauh Bias Sinar Yang Menghangatkan Jiwa... Semakin Dekat Asa Melambung Tinggi Ke Luas Langit Jagad Raya
Realita Menghadirkan Kenangan Yang Bisa Membuat Kita Bertahan Dalam Bingkai Keadaan...
Apakah Kenangan Akan Dapat Mengalahkan Realita Yang Terjadi???
Saat Menyadari Bahwa Kenangan Punya Tempat
Tersendiri Di Alamnya
Ia Tak Lekang Ditelan Waktu
Cerita atau Kisah Yang Ada Adalah Bagian Dari
Sebuah Realita Hidup
Lalu Mimpi, Adakalanya Bisa Menjadi Kenyataan
Apakah Dapat Terlaksana Atau Tidak, Hanya Seizin
YMK Yang Berkehendak
Yang Perlu Diingat, Hanya Napas Penghabisan
Yang Akan Menjawab Semuanya...

Sabtu, 30 Januari 2010

Memaknai Filosofi KUDA

Anda Pasti Sudah Tahu Apa Itu Kuda, Kalau Tidak Tahu, Terlalu...
Kuda Biasa Dikasih Makan Rumput Sama Yang Empunya nya, Tapi Kuda Bisa Marah Bila Telat Makan... Malas Bekerja, Malas Beraktivitas, Dan Memilih Untuk Santai Saja...
Kuda Memiliki Corak Dan Warna Yang Berbeda, Ada Yang Hitam, Putih, Coklat, Corak Hitam Coklat, Corak Putih Hitam...
Kuda Memiliki Daya Pacu Yang Sangat Kencang... Jika Dilatih, Difasilitasi Makan, Gizi Yang Bagus Pula...
Kuda Pacu Menjadi Rebutan Joki Yang Berkualitas...
Harus Bisa Sehati, Berkomunikasi, Dan Bekerjasama...
Kuda Yang Renta Dimakan Usia, Terkadang Tersisihkan, Diasingkan, Dan Lalu Dibuang....
Kita Bisa Belajar Sedikit Dari Dari Apa Yang Saya Sampaikan....
Semoga...

Selasa, 29 Desember 2009

Saling Bertautan

Adakalanya manusia bisa memberikan sebuah pengharapan, jika kita menyadari itu sebuah kebahagiaan sesaat, tapi sangatlah berarti, seperti menghela sejengkal napas kita, untuk itu arti dari sebuah kata "Ya, seperti biasa saja, atau dalam arti lain seperti sepasang kekasih yang sedang memadu cinta asmara di dunia bersama, tapi lumrah tidaknya, hanya mereka yang tahu.
Seiring derai debu menyesakkan malam yang tak menentu, angin mengabarkan bahwa dia masih memuja kekasih hatinya, yang kini telah bersama. Apalah daya, tangan tak sampai!!!! Manusia selalu menanggap rendah arti dari sebuah kenyataan yang sesungguhnya, dan menyerah pada keadaan. Suatu saat tiba, bahwa apa yang terjadi, bukanlah suatu kebetulan, tetapi sebuah kenyataan yang perlu dipertanggungjawabkan..................

Jumat, 31 Juli 2009

Memaknai filosofi hidup

Pada saatnya tiba, handai taulan pasti akan tahu, dan mengerti apa yang mereka cari di dunia.

Tanpa disadari pun, bila kehendak menginginkannya, ya sudah pasti terjadi.

Terkadang kita selalu melemahkan arti apa yang kita miliki, bahwa sesungguhnya itu

berdampak sangat baik bagi diri kita.

Sekecil apapun yang kita punyai, tak berharga sama sekali, bila kita tidak mensyukuri apa

yang telah kita raih.

Kerap kali, kita lupa apa yang telah kita hasilkan itu sangat berarti bagi diri pribadi, apalagi buat

orang banyak.

Tak perlu dipungkiri, sekecil apapun kau mendapatkannya, terimalah dengan tangan terbuka,

bahwa semua itu karunia yang telah Dia berikan padamu.

Manusia, merasa selalu kekurangan dengan apa yang telah dimiliki, padahal kita tahu baik harta

dan semua hal yang bersifat keduniaan, hanya sementara. Ya, sementara!!!!

Saya mencoba untuk sedikit bercerita tentang seseorang yang merasa kurang pede, padahal ia

bisa membuktikannya, bahwa ia mampu.

ini ceritanya :

Ia : "Mas, aku tuh, mau tanya, tapi sebenarnya saya malu mas!!!!"

Saya : "Tak usah malu, coba cerita aja!"

(dengan sedikit gugup, ia memberanikan untuk bicara)

Ia : "Anu mas, saya mau curhat, tentang anu mas..." (sedikit canggung dengan logat

Jawanya)

Saya : "Anu apa .... "(sedikit penasaran)

Saya : "Kalau mau cerita, yang jelas dong!" (dengan nada sedikit menekan)

Ia : (Kelagapan)

Ia : "Oya mas..." (memberanikan diri)

Ia : "Gini mas, saya tuh mau tanya, saya ganteng ngak sih mas?" (dengan muka belongo ke

arahku)

Saya : (Saya bergumam dalam hati)

Saya : "Ya ampun, kiraian apaan!"

Saya : "Gini wan, kamu mesti percaya diri, kok hal seperti itu dipermasalahkan!"

Ia : "Gini mas, aku ndak tahu ya, kok tiap aku ketemu wanita, kok pada buang muka ya!"

Saya: "Kamu tahu ngak sebabnya kenapa?"

Ia : "Ya, ndak tahu toh mas!"

Saya: "Ya, gimana saya mau kasih tahu, kalau sebabnya aja kamu tidak tahu!"

Ia : "Tapi mas, temenku pernah bilang, bahwa saya tuh norak mas!"

Saya : " Nah, itu kamu tahu sendiri jawabnya!"

Ia : "oh gitu ya mas ya!" (sambil garuk kepala)

Seraya ia pergi meninggalkan diri ini.

Perlu disadari dari adegan di atas, bahwa kita terkadang tidak bisa menempatkan diri kita di

posisi di mana kita berada, maksudnya kita hidup bersosialisasi harus bisa mengikuti

perkembangan zaman, bukan berarti korban mode, tetapi kita harus menyesuaikan diri kita

dengan lingkungkan di mana kita berada.

Maka dari itu, maknailah arti hidupmu dengan sesungguhnya................