Kamis, 12 Mei 2011

Kontemplasi Dua Arti

Mengisyaratkan Kelakar Jiwa... Pada Sumbu Yg Mudah Rapuh...

Sering Kali Berdampak Pneunomia...

Sirkus Balapan Seperti Kuda Pacu... Tak Menentu...

Lihai... Atau Lunglai.. Ditentukan Sejatinya Oleh Torsi Alamiah...

Yakinkah?

Atau Hanya Bersifat Sementara...

Sesuatu Pasti Memerlukan Asupan Yang Bermakna...

4 Sehat 5 Sempurna...

Dapat Juga 6...7 Lebih Super... Atau Maha Sempurna...

Pada Keyakinan Kita... Semua Dapat Disimpulkan Dan Diartikan Lebih Baik...

Percaya Atau Tidak... Ya Jalani Saja...

Kurikulum Hidup Terlalu Mengikat... Dan Tak Beralasan...

Terlalu SesaK Meghimpit Ruang Gerak Napas Manusia...

Aturan Mulai Menjemukan... Bahkan Menjijikan...

Memboikot Dan Menumpaskan Amarah... Selalu Terkekang Oleh Suri Teladan Yang Menggurui Setiap Saat...

Role Models Masih Itu - Itu Saja... Nyinyir Sekali...

Kala Suara Kebenaran Terlentang Keras... Cemoohan AKan Hadir Tanpa Diundang...

Memojokkan... Bahkan Menjatuhkan... Entah Untuk Yang Keberapa Kali...

Tolong... Jangan Sanksikan Kebenaran Tuhan... Ingat... TUHAN...

Hanya Berguru Pada Pengalaman... Agar Semua Indah Seperti Sedia Kala...


Created By Bank Josh on Tuesday, May 3, 2011 at 4:58pm



Sabtu, 30 Oktober 2010

Keseragaman Musik (Kita) Indonesia


Musik kita sekarang jadi seragam, dan keseragaman hanya akan mematikan kreativitas.
(Armand Maulana - GIGI)


Pada era 90-an kita sempat dikejutkan oleh invasi musik mendayu-dayu lewat film yang dibintangi artis Indonesia, Nia Zurkarnaen, dan vokalis band asal negeri Jiran, Amy Search. Hal tersebut menjadi suatu fenomena "serangan fajar" musik Malaysia. Terbukti dengan dibawakannya lagi oleh grup band yang sedang naik popularitasnya saat ini, yaitu ST 12, dan menjadikannya theme song sebuah sinetron di sebuah televisi swasta.
Hadirnya band-band seperti; Search, Iklim, Saleem, Exist, dan band lainnya menjadi sebuah inspirasi bagi pergerakan musik mendayu yang terjadi di tanah air.
Fenomena ini masih berlanjut hingga saat ini. Ketika pasukan Stasiun 12 atau yang akrab kita sebut ST 12, yang dikomandani sang vokalis, Charlie ST 12, yang sering wara-wiri di berbagai stasiun tv, baik iklan, atau di berbagai media massa lainnya. Bagaimana tidak gerakan mereka sungguh mengejutkan kalangan musisi di tanah air. Mereka memberanikan diri menyebut aliran musik meraka "METAL" atau dengan kata lain, Melayu Total.
Sempat tersindir oleh pentolan grup Yovie & Nuno pada ajang Anugerah Musik Indonesia pada beberapa waktu silam, Charlie Cs tak bergeming, mereka tetap melanjutkan misi musik mereka.
Mungkin bagi sebagian besar masyarakat kita sudah tidak asing lagi mendengar, melihat aksi yang mereka tampilkan. Kalau kita simak, lagu mereka memang easy listening, mudah diterima, mudah diingat dengan cengkok khas melayunya Charlie. Apa yang istimewa dengan musik mereka?
Bila melihat segi atau memasarkan sebuah bisnis, kita mesti jeli melihat selera pasar yang akan menjadi target utama produk yang akan kita pasarkan. Mungkin faktor inilah yang berhasil mereka terapkan di Indonesia.
Menjamurnya band-band yang seragam, seperti; Wali, Hijau Daun, Sembilan Band, Mandala, Mahkota, dan banyak band lainnya meramaikan blantika musik di tanah air. Apakah era sekarang musik di tanah air mengalami stagnasi atau penurunan yand drastis dari segi kualitas? Banyak artis instan yang bertebaran yang mengikuti trend yang sedang Up Date, justru akan menurunkan kadar kualitas dan kreativitas musik mereka.
Kenapa tidak, banyak artis-artis muda yang ingin cepat terkenal, terobsesi menjadi sukses, justru mengambil jalan pintas dengan memburu dan meretas trend sesaat. Yang terpenting dikenal banyak orang, tak apa lagu sekenanya, tanpa melihat segi kualitas dan kreativitas band itu sendiri.
Ini berdampak sangat tidak sehat bagi industri musik kita yang sedang carut marut ini. Keseragaman musik yang terjadi, akan mematikan langkah bermusik mereka ke depannya. Apa yang mesti kita lakukan?
Mudah- mudahan ada solusi untuk menghadapi masalah ini bersama sebagai masyakat yang peduli akan pelestarian musik tanah air.
Copy cat band tenar yang sedang naik daun harus segera disikapi dengan dewasa, walaupun masih banyak produser yang punya hak penuh untuk mengatur dan mengkomersilkan band berdasarkan selera mereka., Sayang sekali.
Hal ini tak boleh berlangsung lama. Bagi kita, yang punya cara pandang / kritis terhadap gejala yang terjadi, baik pemerhati, penikmat, atau pelaku musik bisa sama-sama mengkritisi dan peduli terhadap perkembangan musik di tanah air. Ayo lakukan!!!!


Irwansyah Adam (111009)

Senin, 20 September 2010

Kontradiktif Nan Impulsif

Apa Mau Dikata Kawan... Kelemahan Menjadikannya Beban Sarat... Lalu Serta Merta Memberikannya Dampak Yang Harus Dapat Dibenahi Jika Memang Diperlukan... Ingat... Jika DIPERLUKAN...
Situasi Memang Tak Menentu... Menentukan Keinginan Pribadi Atau Egosentris Terkadang Tersalahkan Oleh Keadaan Yang Memang Seharusnnya Tidak Terjadi...
Apa Mau Dikata Kawan...
Kebijaksanaan Diri Sangat Menapikkan Keadaan Yang Ada...
Hanya Dapat Berlapang Dada Dan Berharap Semua Berjalan Membaik Kembali...
Keinginan Dan Keharusan Menjadikannya Palang Pintu Yang Harus Didobrak...
Agar Itikad Baik Untuk Orang Yang Kita Cintai Tidak Mudah Ternoda...
Mohon Maaf... Letih Di Jiwa... Raga Masih Teguh Memandu Janji Untuk Tetap Memberikan Kejutan2 Yang Terbaik Untuk Dipersembahkan Pada Jiwa-jiwa Yang Gelisah...

Jumat, 13 Agustus 2010

Sederhana, Rumit, Adalah Munafik!!!

Terkadang Kita Selalu Memungkiri Kata Hati Sendiri Dengan Kebodohan & Ketumpulan Yang Dimiliki. Disadari Tidak, Menapikkan Kenyataan Sering Dilakukan Oleh Umat Manusia Yang Ada Di Dunia. Tidak Percaya?? Tanya Diri Sendiri...
Pada Saat Bersamaan Pula Dapat Menjadikannya Tolok Ukur Sejauh Mana Anda Memahami Arti Sesuatu Hal Yang Tidak Orang Lain Ketahui...
Mengambil Kisah Seseorang... Dapat Dibilang Fiktif Atau Non Fiktif... Terserah Penilaian Pribadi Masing-masing...
Teman... Atau Sahabat... Baik Pria Maupun Wanita... Pasti Ada Sisi Yang Mungkin Patut Kita Pertanyakan... "PENGAKUAN JATI DIRI"
"Kamu Harus Tahu... Aku Tuh Orangnya Simple... Sederhana... Ngapain Bikin Ribet"
Kalimat Diatas Adalah Sebuah Pengharapan Bahwa Lawan Bicara Kita Harus Dalam Keadaan SADAR Menyadari Bentuk Pengejewantahan Diri Pribadi. Ya, Terima Saja... Asal Apa Yang Diungkapkannya Itu Memang Benar-benar Dapat Dipertanggungjawabkan... Atau Hanya Sebuah Kamuflase Semata?!?
Seiring Berjalannya Waktu... Fakta Memang 180 Derajat Berbeda... Memang Memandu Janji Hati Tak Semudah Yang Kita Bayangkan...
Sesuatu Hal Telah Berakhir Dengan Sangat Rumit Sekali... Menurut Versi DIA... Padahal Bila Kita Telaah Lebih Jauh Lalu Dianalisa... Sungguh Sangat MUNAFIK Kita Sebagai Manusia... Tidak Mau Mengakui Keadaan Yang Sesungguhnya Dengan Melebih-lebihkan Yang Tidak Penting... Sayang Sekali... (HINA)
Sudahlah... Akui Saja... Pada Saatnya Akan Datang... Kau Pasti Tahu JAWABANNYA... Dan Kemudian Tersenyum Kecil Mengakui Kesungguhan Hati Yang Sebenarnya...

Senin, 17 Mei 2010

Renta...Statis...Atau Mudah Menyerah...

Padanan Kata Selalu Disalahartikan...
Bahwa Sebenarnya Tidak Perlu Makna Pembenaran Melakoninya...
Saat Kita Menyadari Arti Sebuah Kehadiran...
Menapikkan keberadaan Kadang Menjadikannya BEBAN SARAT...
Tak Usah Risaukan Apa Yang Bukan Menjadi Prioritas Yang Harus Dipikirkan...
Kita Selalu Terkungkung Oleh Hal Yang Semestinya Tidak Perlu Dilakukan...
Tersungkur Oleh Perilaku Dan Tabiat Kita Sendiri...

Kerentaan Jati Diri Dapat Memberikan Efek Yang Sangat Bebal...
Akselerasi Mulai Melambat...
Daya Pacu Mulai Kendor...
Tak Ada Semangat Yang Hadir Di Sana...
Seperti Kendaraan Tanpa Minyak Pelumas...
Apakah Gerangan Yang Terjadi...

Alam Pikiran Seseorang Terkadang Dibutakan Oleh Sesuatu Hal Yang Berdampak Masif...
Interaktif Pun Terasa Seperti Monolog Tanpa Riak Wajah...
Semu...Walau Terharu... Tapi Jadi Bikin Malu...
Tak Hanya Melulu Bicara Tentang Logika Yang Menjadikannya Sarat Utama...
Adakah Terbesit Asa Dari Seorang RASA Yang Selalu Menghindar Ketika Diajak Bicara?

Statis...
Tidak Selalu Mendominasi Kawan...
Apa Yang Salah?
Etika Rasanya Mudah Terabaikan Jika Kita Berhadapan Dengan Namanya Egosentris...
Ah... Muak...Teriak...Buang B**ak Dari Mulut Kita... Sumpah Serapah...
Entah Apalagi Yang Akan Dihujatkan...
Terserah Persepsi Anda...

Resesi Dalam Diri Membuat Kita Harus berpikir Ulang...
Apakah Pantas Sebagai Hamba Tuhan Mengiba Dari Rasa Takut?
Menyerah Pada Waktu Yang Tak Ada Hentinya...
Menghadirkan Sekelumit Cerita Anak Manusia Dalam Meniti Kesemuan...
Atau Entah Apa Yang Akan Ia Hadirkan Di Dalam Dimensi Kultur Dinamika Cinta...
Yang Selalu Menghakimi Diri Oleh Kata - Kata...

Senin, 03 Mei 2010

Hidup Memang Lucu, Selucu Roman Picisan


Kalau Kita Ingat Kata Lucu, Pasti Yang Ada Dalam Benak Kita, Sesuatu Hal Yang Dapat Membuat Kita Tertawa Terbahak-bahak, Lepas, Atau Sampai Kita Mengeluarkan Air Mata Betapa Lemasnya Badan Dibuatnya, Karena Gara-gara Tertawa. Badut Yang Biasa Menjadi Penghibur Adalah Bentuk Kelucuan Yang Sangat Menarik Dengan Dandanan Yang Dapat Membuat Orang Terhibur Dengan Tingkah Polahnya. Lain Halnya Yang Terjadi Di Dunia Pada Saat Ini, Terkadang Kita Menjadi Subjek Dari Kelucuan Kita Sendiri, Tanpa Disadari. Adakalanya Kepalsuan Tingkah Laku Manusia Ataupun Kemunafikan Menjadikan Suatu Hal Yang Lumrah Kala Dirinya Menjalani Kesemuan Harinya Dengan Membuat Segala Sesuatunya "Baik-baik Saja"
Pengakuan Tentang Arti Dari Sebuah Kebenaran Menjadikannya Salah Tafsir. Saya Coba Menuturkannya Lewat Dialog Dua Insan Yang Bisa Dibilang BERMAIN AMAN DI ZONA NYAMANNYA MASING-MASING

(Diceritakan Dua Orang Yang Dapat Dibilang "Berteman" terlibat Dalam Pertikaian Seru Di Beranda Belakang Halaman Kost Si Wanita, Sebut Saja Aku Adalah Si Sederhana, Lalu Si Pria, Sebut Juga Saya Adalah Si Misterius)


Aku : (Dengan Emosional) "Kamu Tau Ngak, Sudah Lama Aku Tuh Mau Bilang Sama Kamu Orang, Please Deh Jangan Ngerasa Ke-geer-an Gitu Kalau Jalan Ama Aku!" (Sambil Menghempaskan Badan Dengan Muka Yang Merah Abis Kena Sinar Mentari Siang Itu) Saya : (Terkejut, Terperangah Dan Langsung Menyambar Perkataan Si Aku Tadi "Ke-geer-an, Maksudmu? Eh, Non, Ngaca Dulu... (Sambil Berdiri Lalu Meneruskan Perkataannya) Mungkin Kamu Yang Suka Ama Aku Kali Ya? (Dengan Mimik Muka Sedikit Sinis) Aku : (Tertawa Lepas) "Hahahahaha.... (Puas Banget) " Ngak Salah Tuh Ngomong?" Saya : (Terheran) " Sekarang Saya Tanya Balik, Kamu Bisa Bilang Ke-geer-an Kalau Jalan Ama Kamu, Dari Mana? Atau Kamu Yang Bikin Cerita Bahwa Aku Yang Suka Ama Kamu, Padahal Kamu Sendiri Yang Karang Ceritanya!!! Ayo Ngaku!!!" Aku : (Membuang Muka) " Ngak Ah, Tapi Perasaanku Bilang Gt, Soalnya Waktu Kita Jalan, Pas Nyebrang Jalan Kamu Pegang Tangan Aku. Ya, Aku Ngerasa Kamu Suka Ama Aku, Kamu Perhatiaan. (Menundukkan Wajah Cantiknya) Saya : (Tersenyum Miris) " Oh Itu... Toh.... Ya, Kamu Gmn Sih, Itu Mah Wajarkan Kalau Pria Memerhatikan Dan Melindungi Wanita (Sok Bijaksana) "Kamu Jangan Mengartikan Lain Soal Hal Itu" Aku : (Hatinya Terperanjat) " Oh... Kirain... Ya, Aku Ngak Biasa Aja Kayak Gt..." (Tidak Meneruskan Kalimatnya) Saya : (Sambil Menghampiri Dan Memegang Pundak Wanita Itu)
" Sudahlah... Lupakan... Kita Kan TEMAN Ngak Baik Ribut Soal Ini. Yuks, Kita Beli Makan Dulu, Laper Nih (Seraya Menarik Tangan Wanita Itu Menuju Seberang Jalan Kostan Di Mana Tukang Mie Ayam Sudah Sigap Menunggu Pelanggannya)


(Dalam Hati Saya Menyimpan Sejuta Tanya, Pada Dasarnya Ia Sangat Ingin Menjadi Seseorang Yang Istimewa Bagi Si Aku, Ia Rela Mengorbankan Perasaannya Karena Kriteria Si Aku Yang Terlampau Di Atas Standar (Kriteria Pria Idaman) Lalu Si Aku Pun Merasa Menerima Petir Di Siang Bolong, Pada Awal Pengharapannya Bahwa Si Saya Benar2 Menyukainya, Dengan Memerhatikan Dirinya. Hidup Memang Lucu Kawan, Terkadang, Kita Sulit Untuk Jujur Pada Diri Sendiri. Tapi, Yang Perlu Kita Yakini, Pada Saatnya Tiba, Kita Akan Menyadari Akan Kebodohan Kita Sendiri Tentang Arti Sebuah PENGAKUAN)

Jumat, 23 April 2010

Never... Say... Never

Sebuah Penantian Yang Tak Berkesudahan...
Ketika Ditinggal Pergi Untuk Menghadap Sang Pencipta...
Sungguh Ironis Memang...
Bagi Kita Yang Ditinggalkan Menyimpan Duka Yang Begitu Mendalam...
Entah Butuh Waktu Berapa Lama Untuk Dapat Menghilang Dalam Ingatan...

Tuhan Sangat Menyayangi Hamba-Nya...
Kepedihan Yang Hadir Menguratkan Kenyataan Hidup Yang Dijalani...
Banyak Hikmah Tersaji...
Jangan Pernah Kau Lupakan Orang Yang Mencintaimu...
Adalah Sebuah Kekuatan Untuk Bertahan Hidup...
Hingga Sang Khalik Berkehendak...


(Terurainya Surat Sang Pria Sejati Di Hadapan Dara Jelita Yang Tertunduk Layu, Lalu Ia Mulai Membacanya)

"Kuingin Melihat Kau Bahagia... Mesti Tanpa Ada Aku...
Kau Harus Dapat Melupakanku...
Tuk Terus Melanjutkan Hidupmu...
Agar Kau Dapat Bahagia Dengan Pilihan Yang Tepat Untukmu...
Kisah Yang Terjadi Adalah Misteri Tuhan...
Tanpa Ada Skenario Yang Terbentuk...
Aku Hanya Bisa Bertanya...
Mengapa Ini Terjadi Padaku?
Dan Mengapa Mesti Dia?
Apakah Ini Suatu Pertanda?

Aku Tak Ingin Menjadi Beban Dalam Hidupnya...
Bila Hadir Dalam Situasi Yang Sulit Seperti Ini...
Lupakanlah...
Sambutlah Apa Yang Kau Jalani...
Yang Lebih Baik Dan Yang Pasti Tak Akan Pernah Kau Sesali...

Kau Dapat Lebih Bahagia Dan Ceria Tanpa Ada Aku...
Yang Selalu Menghalangi Kisah Indah Cerita Dalam Hidupmu...
Selamat Tinggal Kisah Yang Tlah Berlalu...
Tetaplah Menjadi Kenangan..."

(Derai Air Mata Sang Dara Jelita Jatuh Membasahi Wajahnya Nan Lugu... Lalu Roboh Seketika Di Pusara Yang Tercinta...)