Selasa, 14 Juni 2011

Romantika Masa Semenjana

Aroma Kegirangan Kembali Terkuak Pada Satu Sisi Mata Hati
Mengalirkan Nada Sumringah Yang Menggeliat Riuh Rendah
Paparan Kronologis Terasa Asing Kembali
Memuntahkan Amarah Yang Lama Terpendam

Luruh Itu Pasti Bukan Hanya Sematan
Tertelungkup Pada Suatu Keadaan
Yang Membuatnya Tersadarkan Akan Masa Bebal
Diam Bukan Suatu Jawaban

Apalagi Yang Perlu Diciptakan
Jika Hanya Menorehkan Tinta Darah Kegelapan
Susuri Indahnya Cahaya Bathin
Pada Remang Hampa Kehidupan

Konstelasi Jiwa Merapat Pada Cahaya Pudar
Yang Menjadikannya Sumbut Dengan Keadaan
Jadi Perlu Pergerakkan Pada Olah Rasa
Menjadikannya LEBIH SEGAR Seperti Sedia Kala

Masa Itu Memang Sangat Unik
Romantik Tapi Hanya Sementara
Luas Lapang Dada Bukan Yang Utama
Tapi Memberikan Arti Makna Yang Sesungguhnya

Menyesali Yang Terjadi Seperti Punguk
Tidak Pernah Berakhir Penantian
Tertawa Bebas... Senyum Simpul
Memberikan Makna Yang Sesungguhnya... Wasallam...

Senin, 13 Juni 2011

Cinta Yang Tertambat Pada Biduk Dan Singgah Di Persimpangan

Arahan Yang Menjembatani Langkah Terperangkap Peluh Nan Rapuh
Lugu Dan Tulus Hadir Menyertai
Komposisi Rasa Seakan Campur Aduk Tak Menentu
Seperti Adonan Kue Yang Tak Jelas

Kultur Yang Sedari Dulu Hinggap Dalam Pelukan
Seakan Tidak Memberikan Perlawanan Yang Berarti
Hanya Singgah Dan Berlalu Untuk Pergi

Muatan Enklitika Hanya Bersifat Sementara
Lumrah Atau Biasa Saja
Deskripsi Awal Bukan Padanan Yang Setimpal
Dengan Apa Yang Telah Didapatkan

Semua Berlalu... Pergi... Dan Datang Kembali
Seperti Rotasi Sumbu Waktu Menjelajahi Ruang Makna
Jika Hanya Bersandar Pada Dunia Khayali
Sungguh Dinanya... Dan Sangat Sia - sia Belaka...

Menepiskan Refleksi Keadaan Logis
Separuh Simultan Ikut Luruh
Terbuai Dalam Aroma Citra Rasa Yang Handal
Tertikam Racun Belati Kosa Kata

Pada Saat Yang Bersamaan
Kita Akan Hadir Pada Dimensi Yang Sama
Terekatkan Pada Sosok Jiwa Yang Terpatri Laksana Surga
Akan Megahnya Rasa Yang Tak Akan Mungkin Hilang Untuk Selamanya...

Jumat, 27 Mei 2011

Subjektifitas Yang Sesumbar


Untuk Mengetahui Pola Pikir Seseorang Selalu Dihindarkan Pada Hal Menghakimi
Namun Jika Salah Mengartikan Ada Kemungkinan Fatal... Atau Terjadi Perseteruan Yang Alot
Dan Bila Sesuatu Hal Hanya Berkutat Pada RASA Bukan Pada CARA Yang Dihasilkan...
Niscaya... Pasti Ada Kendala Yang Menyertai...

Terlalu Naif Memang Jika Kita Selalu Merasa Paling Benar... Paling Tahu, Paling Berkuasa... Dan PALING YANG LAINNYA...
Olah Rasa Yang Seharusnya Berada di Tempatnya... Tidak Sesuai Dengan Kenyataan.. Dan Bergerak Di Tempat...
Kausalitas Hanya Sebuah Bualan Belaka...
Percaya Atau Tidak...

Mosi Tidak Percaya Akan Pendapat Atau Toleransi Kebersamaan...
Hanya Akan Menghasilkan Sumbu Pertentangan Akan Suatu Suara Yang Tertekan...
Dan Berjalan Setapak Menuju Arah Yang Tak Tentu Tujuan...
Jadi Perlu Pegangan Yang Handal Untuk Dapat Mempertahankannya...

Legalitas Kepercayaan Terlalu Luas Dibentangkan...
Bergumpul Pada Titik Yang Telah Usang...
Hiruk Pikuknya Hanya Satu Musim Dan Berlalu..
Gerah Upaya Pun Harus Disertakan...

Hanya Berjalan Seadanya...
Memungut Kepingan Dan Serakan Cinta Akan Hidup
Yang Akan Membuka Mata Hati Dan Tergugah Akan Hal Yang Semestinya Terjadi...
Berharap Koridor Pencerahan Mata Bathin Kan Selalu Menyertai...

Kamis, 12 Mei 2011

Menerjemahkan Kata Pada Malam

Pada Saat Luka Menjadi Bagian Yang Berarti Dalam Hidup

Apakah Perlu Diobati Atau Dibiarkan Saja

Rasanya Hanya Diri Kita Yang Tahu Jawabannya...

Meski Dalam Keadaan Yang Serba Artikulatif

Menjadi Keadaan Yang Sulit Dihindari Dan Dinapikkan...

Bila Kita Menyadari Akan Hal Tersebut

Rutinitas Yang Memakan Waktu Membuat Kita Tak Menyadari

Kualitas Dan Porsi Sejatinya Diri...

Apakah Terbebani Atau Sebuah Keharusan Dalam Menjalaninya?

Kontraimpulsif Dan Kemajemukan Keseharian Yang Dijalani

Bisa Jadi Sebuah Bentuk Kenyataan Yang Terkadang Kita Membebaninya Sendiri...

Seiring Berlalunya SANG WAKTU

Analitik Nan Menggelitik Muncul Di Benak

Apakah Wajah Hidup Kita Kan Selalu Satu Warna Yang Bias Jika Hanya Hadir Pada Permukaan Jiwa Yang Tak Selaras Dengan Apa Yang Dijalani?

Merangkulkan Imajinatif Pada Torsi Yang Sepantasnya Saja Memang Tidak Mudah

Hanya Bisa Berlalu Pada Saat Yang Tak Tentu...

Berkata Mudah Saja Memang Sangat Lumrah

Jika Menyadari Apa Yang Sedang Terjadi...

Secara Korelasinya Sangat Simultan Dengan Apa Yang Sepantasnya Terungkapkan

Malam Memang Jadi Saksi Bisu... Menatap Dengan Kesungguhan Nan Tulus...

Menunggu Fajar Pagi Menyambut... Memberikan Estafet Keseharian Dengan Cerita Yang Nyaris Lebih Dahsyat Dari Apa Yang Terjadi Tadi Malam...


Created by Bank Josh on Friday, November 12 2010, at 4:00pm

Konsistensi Salah Kaprah (Mandul)

Harus Diakui Memang... Jika Kita Dihadapkan Pada Suatu Keadaan Yang Multi Tafsir Pasti Akan Memberikan Pilihan... Entah Yang Mana Akan Didahulukan... Naif Atau Bijaksana Hanya Menjadi Kata Yang Selalu Akan Kita Hindari... Bahwa Tidak Menjadi Padanan Yang Berarti... " Existence Is Only A Game..." (Morrissey - I'm Not Sorry)

Satu Baris Kalimat Yang Menohok... Apakah Akan Diamini Kalimat Tersebut? Itu Bergantung Pada Persepsi Saya... Anda... Kalian... Atau Mereka... Terserah...

Kalimat Mr. Morrz Masih Saja Menjadi Pertanyaan Yang Belum Terjawab... Apakah Yang Telah Dilakukan Dalam Setiap Interaksi Dalam Suatu Komunitas... Atau Rutinitas Adalah HANYA SEBUAH PERMAINAN?

Jenius Dan Brilian... Atau Apalagi... Entah... ?????

Klau Merajuk Pada Keberadaan Yang Dijalani... Sebagai Makhluk Sosial... Kita Memang Tidak Dapat Hidup Menyendiri... Meski Hal Ini Banyak Terjadi Di Sekitar Saya... Anda...Kalian... Dan Mereka... Percaya...

Relevansi Digdaya Yang Dipunyai... Sangat Kentara Bila Titik Kulminasi Sesuatu Menemui Jalan Buntu...

Percaya Atau Tidak... Anda Sendiri Yang Mengetahuinya...

Tidak Dapat Berbanyak Kata... Yang Terpenting Apa Yang Dilakukan... Dijalani... Sebuah Puritan Yang Handal Akan Melahirkan Kejutan Yang Tak Terkira... Wassalam...


Created by Bank Josh on Monday, April 25 2011, at 11:29am


Kontemplasi Dua Arti

Mengisyaratkan Kelakar Jiwa... Pada Sumbu Yg Mudah Rapuh...

Sering Kali Berdampak Pneunomia...

Sirkus Balapan Seperti Kuda Pacu... Tak Menentu...

Lihai... Atau Lunglai.. Ditentukan Sejatinya Oleh Torsi Alamiah...

Yakinkah?

Atau Hanya Bersifat Sementara...

Sesuatu Pasti Memerlukan Asupan Yang Bermakna...

4 Sehat 5 Sempurna...

Dapat Juga 6...7 Lebih Super... Atau Maha Sempurna...

Pada Keyakinan Kita... Semua Dapat Disimpulkan Dan Diartikan Lebih Baik...

Percaya Atau Tidak... Ya Jalani Saja...

Kurikulum Hidup Terlalu Mengikat... Dan Tak Beralasan...

Terlalu SesaK Meghimpit Ruang Gerak Napas Manusia...

Aturan Mulai Menjemukan... Bahkan Menjijikan...

Memboikot Dan Menumpaskan Amarah... Selalu Terkekang Oleh Suri Teladan Yang Menggurui Setiap Saat...

Role Models Masih Itu - Itu Saja... Nyinyir Sekali...

Kala Suara Kebenaran Terlentang Keras... Cemoohan AKan Hadir Tanpa Diundang...

Memojokkan... Bahkan Menjatuhkan... Entah Untuk Yang Keberapa Kali...

Tolong... Jangan Sanksikan Kebenaran Tuhan... Ingat... TUHAN...

Hanya Berguru Pada Pengalaman... Agar Semua Indah Seperti Sedia Kala...


Created By Bank Josh on Tuesday, May 3, 2011 at 4:58pm



Sabtu, 30 Oktober 2010

Keseragaman Musik (Kita) Indonesia


Musik kita sekarang jadi seragam, dan keseragaman hanya akan mematikan kreativitas.
(Armand Maulana - GIGI)


Pada era 90-an kita sempat dikejutkan oleh invasi musik mendayu-dayu lewat film yang dibintangi artis Indonesia, Nia Zurkarnaen, dan vokalis band asal negeri Jiran, Amy Search. Hal tersebut menjadi suatu fenomena "serangan fajar" musik Malaysia. Terbukti dengan dibawakannya lagi oleh grup band yang sedang naik popularitasnya saat ini, yaitu ST 12, dan menjadikannya theme song sebuah sinetron di sebuah televisi swasta.
Hadirnya band-band seperti; Search, Iklim, Saleem, Exist, dan band lainnya menjadi sebuah inspirasi bagi pergerakan musik mendayu yang terjadi di tanah air.
Fenomena ini masih berlanjut hingga saat ini. Ketika pasukan Stasiun 12 atau yang akrab kita sebut ST 12, yang dikomandani sang vokalis, Charlie ST 12, yang sering wara-wiri di berbagai stasiun tv, baik iklan, atau di berbagai media massa lainnya. Bagaimana tidak gerakan mereka sungguh mengejutkan kalangan musisi di tanah air. Mereka memberanikan diri menyebut aliran musik meraka "METAL" atau dengan kata lain, Melayu Total.
Sempat tersindir oleh pentolan grup Yovie & Nuno pada ajang Anugerah Musik Indonesia pada beberapa waktu silam, Charlie Cs tak bergeming, mereka tetap melanjutkan misi musik mereka.
Mungkin bagi sebagian besar masyarakat kita sudah tidak asing lagi mendengar, melihat aksi yang mereka tampilkan. Kalau kita simak, lagu mereka memang easy listening, mudah diterima, mudah diingat dengan cengkok khas melayunya Charlie. Apa yang istimewa dengan musik mereka?
Bila melihat segi atau memasarkan sebuah bisnis, kita mesti jeli melihat selera pasar yang akan menjadi target utama produk yang akan kita pasarkan. Mungkin faktor inilah yang berhasil mereka terapkan di Indonesia.
Menjamurnya band-band yang seragam, seperti; Wali, Hijau Daun, Sembilan Band, Mandala, Mahkota, dan banyak band lainnya meramaikan blantika musik di tanah air. Apakah era sekarang musik di tanah air mengalami stagnasi atau penurunan yand drastis dari segi kualitas? Banyak artis instan yang bertebaran yang mengikuti trend yang sedang Up Date, justru akan menurunkan kadar kualitas dan kreativitas musik mereka.
Kenapa tidak, banyak artis-artis muda yang ingin cepat terkenal, terobsesi menjadi sukses, justru mengambil jalan pintas dengan memburu dan meretas trend sesaat. Yang terpenting dikenal banyak orang, tak apa lagu sekenanya, tanpa melihat segi kualitas dan kreativitas band itu sendiri.
Ini berdampak sangat tidak sehat bagi industri musik kita yang sedang carut marut ini. Keseragaman musik yang terjadi, akan mematikan langkah bermusik mereka ke depannya. Apa yang mesti kita lakukan?
Mudah- mudahan ada solusi untuk menghadapi masalah ini bersama sebagai masyakat yang peduli akan pelestarian musik tanah air.
Copy cat band tenar yang sedang naik daun harus segera disikapi dengan dewasa, walaupun masih banyak produser yang punya hak penuh untuk mengatur dan mengkomersilkan band berdasarkan selera mereka., Sayang sekali.
Hal ini tak boleh berlangsung lama. Bagi kita, yang punya cara pandang / kritis terhadap gejala yang terjadi, baik pemerhati, penikmat, atau pelaku musik bisa sama-sama mengkritisi dan peduli terhadap perkembangan musik di tanah air. Ayo lakukan!!!!


Irwansyah Adam (111009)