Hari ini cukup berharga kita lalui bersama teman-teman yang telah berjuang mengangkat nama baik divisi di sebuah perusahaan tempat kita bernaung. Selama dua hari berlalu tak mengenal kata lelah, akhirnya kami mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional. Tapi, kebahagiaan kami ternyata tak bisa dihargai hanya dengan ucapan seseorang yang posisinya lebih baik dibandingan dengan kami. Menang hanya suatu kebetulan saja yang terjadi. Gila!!!!! saya sampai menelan ludah. Sebaiknya, tidak usah terucap kata yang demikian, walaupun pada pertengahan hingga akhir sambutan memberikan motivasi yang baik, tapi ya itu tadi, awalan yang seharusnya tidak usah diucapkan. Kemenangan, sebuah kebetulan, yakin??????
ini kilasan tentang apa yang dapat saya informasikan untuk teman2, mudah2an dapat bermanfaat nantinya.
Kamis, 14 Mei 2009
Jumat, 08 Mei 2009
Plagiat, penjiplak, pengekor, atau pemuja?
Beberapa waktu yang lalu, sy mendapat note dari teman tentang beredarnya kabar tentang plagiat, atau penjiplak musik yang sekarang lagi ramai dibicarakan orang. Semalam saya menonton tayangan bukan empat mata, yang menghadirkan band yang dimaksud di atas. Bukan berarti memberikan dukungan atau motivasi, sebenarnya beda tipis ngak sih antara referensi musik yang disukai dengan menjiplak karya orang??? Ini sebenarnya bukan perkara baru, dulu saat ahmad dhani dicekal gara-gara menggunakan kata-kata ardjuna mencari cinta, lalu mungkin teman2 yang sadar ketika potret masih bersama ari ayunir, musik mereka sempat mengadopsi band luar, weezer (lagu bagaikan langit - potret), lalu ku katakan dengan indah - peterpan, mungkin sebagian orang ngak ngeh, intro lagu tersebut mirip dengan band cocteau twins - caroline finger's, tapi adakah yang tahu? menyoal lagi melodi gitar lagu bertahan - five minutes, setelah jeda reff, itu juga nyaris sama dengan intro lagu cocteau twins, apakah suatu kebetulan? Kebetulan saya kenal betul gitaris band tersebut. Jadi, bagi teman2 yang menyoal tentang plagiat musik, ihwalnya kita lebih dewasa menyikapi hal tersebut. Musik mainstream atau indie memiliki kesamaan suatu karya bagi penciptanya, mungkin segmen dan marketnya yang berbeda.......... perlu disadari kita harus bisa menghargai bentuk karya cipta seseorang walupun sungguh sulit bagi kita mengakui itu sebagai masterpiece bagi si empunya karya tersebut.
Rabu, 06 Mei 2009
Sadarkah ia?
Mungkin terlalu dini untuk dapat ditumpahkan apa yang sedang terjadi, sebuah awal kendali diri yang bahwasanya tidak terlalu berdampak istimewa untuk diungkapkan. Akan tetapi, semua berlalu tanpa ada beban sarat, lalu apa yang terjadi membuat semuanya tampak berbeda. ada apakah gerangan? sungguh sulit mengingkari kata hati, semua dan segalanya berlalu dan terus melaju................
putih, bersih, seperti kapas yang mengambang tertiup angin sendu di sore itu...........
senyum simpul, canggung, tak bermakna, dan entah yang lainnya...
salah mengartikan, bisa saja menyulut sebuah pertentangan, mudah- mudahan tidak terjadi!
ya, kita lihat apa yang akan terjadi nantinya, harapan semua kembali membaik lagi ..........
putih, bersih, seperti kapas yang mengambang tertiup angin sendu di sore itu...........
senyum simpul, canggung, tak bermakna, dan entah yang lainnya...
salah mengartikan, bisa saja menyulut sebuah pertentangan, mudah- mudahan tidak terjadi!
ya, kita lihat apa yang akan terjadi nantinya, harapan semua kembali membaik lagi ..........
you'll never walk alone
When You walk through a storm
hold your head up high
and don't be afraid of the dark
at the end of the storm
is golden sky
and the sweet silver song of a lark
Walk on through the wind
walh on through the rain
tho' your dreams be tossed and blown
walk on, walk on
with hope in your heart
and you'll never walk alone
you'll never walk alone
hold your head up high
and don't be afraid of the dark
at the end of the storm
is golden sky
and the sweet silver song of a lark
Walk on through the wind
walh on through the rain
tho' your dreams be tossed and blown
walk on, walk on
with hope in your heart
and you'll never walk alone
you'll never walk alone
Kamis, 02 April 2009
lerai
Lanskap berbalut angin sendu
seiring langkah kaki menghujam sepi
nanar bola mata tak beriak
hanya puji yang menghantarnya
larut bersambut terbit lalu hanyut
diam itu saja yang terjadi
tidak ada pembenaran yang terjadi
ia sejumput memandang congkak
dia rasa yang tahu
berbisik insan memadu
puritan hati lambat menyambut
lara jika bebat melintasi
sudi mulia raga menepi
kasih sabit memendam rindu
seiring langkah kaki menghujam sepi
nanar bola mata tak beriak
hanya puji yang menghantarnya
larut bersambut terbit lalu hanyut
diam itu saja yang terjadi
tidak ada pembenaran yang terjadi
ia sejumput memandang congkak
dia rasa yang tahu
berbisik insan memadu
puritan hati lambat menyambut
lara jika bebat melintasi
sudi mulia raga menepi
kasih sabit memendam rindu
masih ada yang peduli dengan EYD?
EYD diberlakukan mulai tanggal 17 Agustus 1972 yang merupakan ejaan bahasa Indonesia hasil penyempurnaan dari ejaan-ejaan yang pernah berlaku di Indonesia, yaitu Ejaan CH.A Van Ophuysen, dan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.
Mungkin kita pernah lupa apa yang pernah diajarkan oleh guru bahasa indonesia, tentang penggunaan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), tapi ada juga yang sampai saat ini masih ingat apa yang telah ditransform ke otak kita.
Tapi, kadang kala kita masih saja sedikit lupa, atau tidak menghargai kaidah bahasa. kerap kali saya menemukan tulisan di artikel di media massa, baik harian koran X, majalah terkenal X, yang sangat disayangkan, editorialnya sepertinya lupa mengedit dan menyunting kata- kata, yang sebenarnya hal kecil bagi mereka, tapi bagi pemerhati bahasa itu sangat tidak mengenakkan. saya ambil contoh, kata SEKEDAR yang sering digunakan, seharusnya SEKADAR, karena dalam bahasa indonesia tidak ada asal kata KEDAR.
Penutur bahasa yang baik tidak dilihat dari skills bahasanya saja, tetapi harus mampu memilih diksi atau pilihan kata yang sesuai dan tepat karena bahasa memiliki rasa.
oleh sebab itu marilah kita pelihara dan lestarikan bahasa nasional kita agar tetap tumbuh dan berkembang dan dapat menjadi aset kebanggaan bangsa jika ia dapat menjadi bahasa internasional. insya allah
Mungkin kita pernah lupa apa yang pernah diajarkan oleh guru bahasa indonesia, tentang penggunaan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), tapi ada juga yang sampai saat ini masih ingat apa yang telah ditransform ke otak kita.
Tapi, kadang kala kita masih saja sedikit lupa, atau tidak menghargai kaidah bahasa. kerap kali saya menemukan tulisan di artikel di media massa, baik harian koran X, majalah terkenal X, yang sangat disayangkan, editorialnya sepertinya lupa mengedit dan menyunting kata- kata, yang sebenarnya hal kecil bagi mereka, tapi bagi pemerhati bahasa itu sangat tidak mengenakkan. saya ambil contoh, kata SEKEDAR yang sering digunakan, seharusnya SEKADAR, karena dalam bahasa indonesia tidak ada asal kata KEDAR.
Penutur bahasa yang baik tidak dilihat dari skills bahasanya saja, tetapi harus mampu memilih diksi atau pilihan kata yang sesuai dan tepat karena bahasa memiliki rasa.
oleh sebab itu marilah kita pelihara dan lestarikan bahasa nasional kita agar tetap tumbuh dan berkembang dan dapat menjadi aset kebanggaan bangsa jika ia dapat menjadi bahasa internasional. insya allah
di manakah mereka berada?
mungkin sebagian yang seangkatan dengan saya masih ingat band yang satu ini, tahun 1995 kalau tidak salah dengan single hit "selamat pagi" Indy sempet menghiasi musik tanah air, yups!!!! kalau tidak salah ceepee production yang ngeluarin album mereka. masih membekas hingga saat ini tentang Indy. pertanyaannya, skrng mereka ada di mana?
selamat pagi, siang, sore dan malam
akan selalu ku ucapkan
janjikan cinta kita dihadapan bintang,
agar selalu.. selalu bersama
selamat pagi, siang, sore dan malam
akan selalu ku ucapkan
janjikan cinta kita dihadapan bintang,
agar selalu.. selalu bersama
Langganan:
Postingan (Atom)