ini kilasan tentang apa yang dapat saya informasikan untuk teman2, mudah2an dapat bermanfaat nantinya.
Selasa, 14 Juni 2011
Romantika Masa Semenjana
Senin, 13 Juni 2011
Cinta Yang Tertambat Pada Biduk Dan Singgah Di Persimpangan
Jumat, 27 Mei 2011
Subjektifitas Yang Sesumbar
Kamis, 12 Mei 2011
Menerjemahkan Kata Pada Malam
Pada Saat Luka Menjadi Bagian Yang Berarti Dalam Hidup
Apakah Perlu Diobati Atau Dibiarkan Saja
Rasanya Hanya Diri Kita Yang Tahu Jawabannya...
Meski Dalam Keadaan Yang Serba Artikulatif
Menjadi Keadaan Yang Sulit Dihindari Dan Dinapikkan...
Bila Kita Menyadari Akan Hal Tersebut
Rutinitas Yang Memakan Waktu Membuat Kita Tak Menyadari
Kualitas Dan Porsi Sejatinya Diri...
Apakah Terbebani Atau Sebuah Keharusan Dalam Menjalaninya?
Kontraimpulsif Dan Kemajemukan Keseharian Yang Dijalani
Bisa Jadi Sebuah Bentuk Kenyataan Yang Terkadang Kita Membebaninya Sendiri...
Seiring Berlalunya SANG WAKTU
Analitik Nan Menggelitik Muncul Di Benak
Apakah Wajah Hidup Kita Kan Selalu Satu Warna Yang Bias Jika Hanya Hadir Pada Permukaan Jiwa Yang Tak Selaras Dengan Apa Yang Dijalani?
Merangkulkan Imajinatif Pada Torsi Yang Sepantasnya Saja Memang Tidak Mudah
Hanya Bisa Berlalu Pada Saat Yang Tak Tentu...
Berkata Mudah Saja Memang Sangat Lumrah
Jika Menyadari Apa Yang Sedang Terjadi...
Secara Korelasinya Sangat Simultan Dengan Apa Yang Sepantasnya Terungkapkan
Malam Memang Jadi Saksi Bisu... Menatap Dengan Kesungguhan Nan Tulus...
Menunggu Fajar Pagi Menyambut... Memberikan Estafet Keseharian Dengan Cerita Yang Nyaris Lebih Dahsyat Dari Apa Yang Terjadi Tadi Malam...
Created by Bank Josh on Friday, November 12 2010, at 4:00pm
Konsistensi Salah Kaprah (Mandul)
Harus Diakui Memang... Jika Kita Dihadapkan Pada Suatu Keadaan Yang Multi Tafsir Pasti Akan Memberikan Pilihan... Entah Yang Mana Akan Didahulukan... Naif Atau Bijaksana Hanya Menjadi Kata Yang Selalu Akan Kita Hindari... Bahwa Tidak Menjadi Padanan Yang Berarti... " Existence Is Only A Game..." (Morrissey - I'm Not Sorry)
Satu Baris Kalimat Yang Menohok... Apakah Akan Diamini Kalimat Tersebut? Itu Bergantung Pada Persepsi Saya... Anda... Kalian... Atau Mereka... Terserah...
Kalimat Mr. Morrz Masih Saja Menjadi Pertanyaan Yang Belum Terjawab... Apakah Yang Telah Dilakukan Dalam Setiap Interaksi Dalam Suatu Komunitas... Atau Rutinitas Adalah HANYA SEBUAH PERMAINAN?
Jenius Dan Brilian... Atau Apalagi... Entah... ?????
Klau Merajuk Pada Keberadaan Yang Dijalani... Sebagai Makhluk Sosial... Kita Memang Tidak Dapat Hidup Menyendiri... Meski Hal Ini Banyak Terjadi Di Sekitar Saya... Anda...Kalian... Dan Mereka... Percaya...
Relevansi Digdaya Yang Dipunyai... Sangat Kentara Bila Titik Kulminasi Sesuatu Menemui Jalan Buntu...
Percaya Atau Tidak... Anda Sendiri Yang Mengetahuinya...
Tidak Dapat Berbanyak Kata... Yang Terpenting Apa Yang Dilakukan... Dijalani... Sebuah Puritan Yang Handal Akan Melahirkan Kejutan Yang Tak Terkira... Wassalam...
Created by Bank Josh on Monday, April 25 2011, at 11:29am
Kontemplasi Dua Arti
Mengisyaratkan Kelakar Jiwa... Pada Sumbu Yg Mudah Rapuh...
Sering Kali Berdampak Pneunomia...
Sirkus Balapan Seperti Kuda Pacu... Tak Menentu...
Lihai... Atau Lunglai.. Ditentukan Sejatinya Oleh Torsi Alamiah...
Yakinkah?
Atau Hanya Bersifat Sementara...
Sesuatu Pasti Memerlukan Asupan Yang Bermakna...
4 Sehat 5 Sempurna...
Dapat Juga 6...7 Lebih Super... Atau Maha Sempurna...
Pada Keyakinan Kita... Semua Dapat Disimpulkan Dan Diartikan Lebih Baik...
Percaya Atau Tidak... Ya Jalani Saja...
Kurikulum Hidup Terlalu Mengikat... Dan Tak Beralasan...
Terlalu SesaK Meghimpit Ruang Gerak Napas Manusia...
Aturan Mulai Menjemukan... Bahkan Menjijikan...
Memboikot Dan Menumpaskan Amarah... Selalu Terkekang Oleh Suri Teladan Yang Menggurui Setiap Saat...
Role Models Masih Itu - Itu Saja... Nyinyir Sekali...
Kala Suara Kebenaran Terlentang Keras... Cemoohan AKan Hadir Tanpa Diundang...
Memojokkan... Bahkan Menjatuhkan... Entah Untuk Yang Keberapa Kali...
Tolong... Jangan Sanksikan Kebenaran Tuhan... Ingat... TUHAN...
Hanya Berguru Pada Pengalaman... Agar Semua Indah Seperti Sedia Kala...
Created By Bank Josh on Tuesday, May 3, 2011 at 4:58pm
Sabtu, 30 Oktober 2010
Keseragaman Musik (Kita) Indonesia
Musik kita sekarang jadi seragam, dan keseragaman hanya akan mematikan kreativitas.
(Armand Maulana - GIGI)
Pada era 90-an kita sempat dikejutkan oleh invasi musik mendayu-dayu lewat film yang dibintangi artis Indonesia, Nia Zurkarnaen, dan vokalis band asal negeri Jiran, Amy Search. Hal tersebut menjadi suatu fenomena "serangan fajar" musik Malaysia. Terbukti dengan dibawakannya lagi oleh grup band yang sedang naik popularitasnya saat ini, yaitu ST 12, dan menjadikannya theme song sebuah sinetron di sebuah televisi swasta.
Hadirnya band-band seperti; Search, Iklim, Saleem, Exist, dan band lainnya menjadi sebuah inspirasi bagi pergerakan musik mendayu yang terjadi di tanah air.
Fenomena ini masih berlanjut hingga saat ini. Ketika pasukan Stasiun 12 atau yang akrab kita sebut ST 12, yang dikomandani sang vokalis, Charlie ST 12, yang sering wara-wiri di berbagai stasiun tv, baik iklan, atau di berbagai media massa lainnya. Bagaimana tidak gerakan mereka sungguh mengejutkan kalangan musisi di tanah air. Mereka memberanikan diri menyebut aliran musik meraka "METAL" atau dengan kata lain, Melayu Total.
Sempat tersindir oleh pentolan grup Yovie & Nuno pada ajang Anugerah Musik Indonesia pada beberapa waktu silam, Charlie Cs tak bergeming, mereka tetap melanjutkan misi musik mereka.
Mungkin bagi sebagian besar masyarakat kita sudah tidak asing lagi mendengar, melihat aksi yang mereka tampilkan. Kalau kita simak, lagu mereka memang easy listening, mudah diterima, mudah diingat dengan cengkok khas melayunya Charlie. Apa yang istimewa dengan musik mereka?
Bila melihat segi atau memasarkan sebuah bisnis, kita mesti jeli melihat selera pasar yang akan menjadi target utama produk yang akan kita pasarkan. Mungkin faktor inilah yang berhasil mereka terapkan di Indonesia.
Menjamurnya band-band yang seragam, seperti; Wali, Hijau Daun, Sembilan Band, Mandala, Mahkota, dan banyak band lainnya meramaikan blantika musik di tanah air. Apakah era sekarang musik di tanah air mengalami stagnasi atau penurunan yand drastis dari segi kualitas? Banyak artis instan yang bertebaran yang mengikuti trend yang sedang Up Date, justru akan menurunkan kadar kualitas dan kreativitas musik mereka.
Kenapa tidak, banyak artis-artis muda yang ingin cepat terkenal, terobsesi menjadi sukses, justru mengambil jalan pintas dengan memburu dan meretas trend sesaat. Yang terpenting dikenal banyak orang, tak apa lagu sekenanya, tanpa melihat segi kualitas dan kreativitas band itu sendiri.
Ini berdampak sangat tidak sehat bagi industri musik kita yang sedang carut marut ini. Keseragaman musik yang terjadi, akan mematikan langkah bermusik mereka ke depannya. Apa yang mesti kita lakukan?
Mudah- mudahan ada solusi untuk menghadapi masalah ini bersama sebagai masyakat yang peduli akan pelestarian musik tanah air.
Copy cat band tenar yang sedang naik daun harus segera disikapi dengan dewasa, walaupun masih banyak produser yang punya hak penuh untuk mengatur dan mengkomersilkan band berdasarkan selera mereka., Sayang sekali.
Hal ini tak boleh berlangsung lama. Bagi kita, yang punya cara pandang / kritis terhadap gejala yang terjadi, baik pemerhati, penikmat, atau pelaku musik bisa sama-sama mengkritisi dan peduli terhadap perkembangan musik di tanah air. Ayo lakukan!!!!
Irwansyah Adam (111009)